Pengertian dan Klasifikasi Tunanetra

Tunanetra
Tunanetra

Kebanyakan orang memahami Tunanetra adalah orang yang tidak bisa melihat sama sekali atau buta total, padalah 90% tunanetra memiliki sisa penglihatan dan yang tidak melihat sama sekali adalah 10%. Sisa penglihatan tunanetra yang paling sedikit adalah masih bisa membedakan terang dan gelap. Dengan demikian tunanetra total (totally blind) adalah mereka yang sudah tidak bisa membedakan terang dan gelap.

Pengertian tunanetra bisa dilihat dari segi "legalitas" dan dari segi "fungsional". Secara legalitas biasanya menekankan pada ukuran-ukuran seperti misalnya ketajaman penglihatannya 20/70 atau lebih dan luas pandangnya 20 derajat atau kurang pada mata yang terbaik setelah melalui usaha koreksi atau pengobatan. Pengertian secara legalitas biasanya digunakan untuk keperluan hukum.

Sedangkan pengertian tunanetra dari segi "fungsional" biasanya digunakan untuk keperluan pendidikan, yang penetapannya dilihat dari seberapa besar seorang tunanetra dapat memfungsikan penglihatannya. Bila sisa penglihatannya sudah tidak bisa membedakan terang dan gelap disebut "buta total" dan bila seorang tunanetra sisa penglihatannya 6/18 sampai masih bisa membedakan terang dan gelap dan dapat digunakan untuk merencanakan aktifitas maka dia disebut "Low Vision" dan bila penglihatannya tidak dapat membedakan terang dan gelap disebut "Buta total".

Menurut WHO Tahun 1992 mendefinisikan Low Vision sebagai berikut :

A Person with low vision is one who has impairment of visual fungction even after treatment, and/or standar refractive correction, and has a visual of less than 6/18 to light perception or visual field of of less than 10 degrees from the point of fixation, but who uses, or is potetially able to use, vision for planing and pr execution of a task
Dari beberapa keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa Tunanetra adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Klasifikasi

  1. Tunanetra ringan (defective vision/low vision); yakni mereka yang memiliki hambatan dalam penglihatan akan tetapi mereka masih dapat mengikuti program-program pendidikan dan mampu melakukan pekerjaan/kegiatan yang menggunakan fungsi penglihatan.
  2. Tunanetra setengah berat (partially sighted); yakni mereka yang kehilangan sebagian daya penglihatan, hanya dengan menggunakan kaca pembesar mampu mengikuti pendidikan biasa atau mampu membaca tulisan yang bercetak tebal.
  3. Tunanetra berat (totally blind); yakni mereka yang sama sekali tidak dapat melihat.

Jenis-Jenis Penyakit Mata

  1. Myopia; adalah penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh di belakang retina. Penglihatan akan menjadi jelas kalau objek didekatkan. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita Myopia digunakan kacamata koreksi dengan lensa negatif.
  2. Hyperopia; adalah penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan retina. Penglihatan akan menjadi jelas jika objek dijauhkan. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita Hyperopia digunakan kacamata koreksi dengan lensa positif.
  3. Astigmatisme; adalah penyimpangan atau penglihatan kabur yang disebabkan karena ketidakberesan pada kornea mata atau pada permukaan lain pada bola mata sehingga bayangan benda baik pada jarak dekat maupun jauh tidak terfokus jatuh pada retina. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita astigmatisme digunakan kacamata koreksi dengan lensa silindris.
  4. Retinitis Pigmentosa, penyakit pada retina yang umumnya merupakan keturunan. Penyakit ini sedikit demi sedikit menyebabkan mundur atau memburuknya retina. Gejala pertama biasanya sukar melihat di malam hari, diikuti dengan hilangnya penglihatan periferal, dan sedikit saja penglihatan pusat yang tertinggal.
  5. Xeropthalmia; yakni penyakit mata karena kekurangan vitamin A.
  6. Trachoma; yaitu penyakit mata karena virus chilimidezoon trachomanis.
  7. Catarac; yaitu penyakit mata yang menyerang bola mata sehingga lensa mata menjadi keruh, akibatnya terlihat dari luar mata menjadi putih.
  8. Glaucoma; yaitu penyakit mata karena bertambahnya cairan dalam bola mata, sehingga tekanan pada bola mata meningkat.
  9. Diabetik Retinopathy; adalah gangguan pada retina yang disebabkan karena diabetis. Retina penuh dengan pembuluh-pembuluh darah dan dapat dipengaruhi oleh kerusakan sistem sirkulasi hingga merusak penglihatan.
  10. Macular Degeneration; adalah kondisi umum yang agak baik, dimana daerah tengah dari retina secara berangsur memburuk. Anak dengan retina degenerasi masih memiliki penglihatan perifer akan tetapi kehilangan kemampuan untuk melihat secara jelas objek-objek di bagian tengah bidang penglihatan.
  11. Retinopathy of prematurity; biasanya anak yang mengalami ini karena lahirnya terlalu prematur. Pada saat lahir masih memiliki potensi penglihatan yang normal. Bayi yang dilahirkan prematur biasanya ditempatkan pada inkubator yang berisi oksigen dengan kadar tinggi, sehingga pada saat bayi dikeluarkan dari inkubator terjadi perubahan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah menjadi tidak normal dan meninggalkan semacam bekas luka pada jaringan mata. Peristiwa ini sering menimbulkan kerusakan pada selaput jala (retina) dan tunanetra total.
    Kerusakan mata yang disebabkan terjadinya kecelakaan, seperti masuknya benda keras atau tajam, cairan kimia yang berbahaya, kecelakaan dari kendaraan, dll.
Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.! Bagi yang mau repost ulang harap untuk mencantumkan tautan/sumber!..

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar