Ads Banner

Kebutuhan Belajar dan Masalah yang Dihadapi Anak Tunagrahita

Kebutuhan Belajar dan Masalah yang Dihadapi Anak Tunagrahita
Kebutuhan Belajar dan Masalah yang Dihadapi Anak Tunagrahita

A. Kebutuhan Belajar Anak Tunagrahita

Anaktunagrahita dengan hambatan yang dimilikinya memerlukan layanan pendidikan khusus. Sesuai dengan pernyataan Astati dan Mulyati dalam bukunya Pendidikan Anak Tunagrahita (2010 : 27) kebutuhan belajar anak tunagrahita yaitu :

Anak-anak tunagrahita memiliki potensi dalam belajar dan erat kaitannya dengan berat dan ringannya ketunagrahitaan. Kebutuhan khusus yang dimaksud adalah :

1. Kebutuhan dalam Layanan Pembelajaran

Anak-anak tunagrahita memiliki potensi dalam belajar dan erat kaitannya dengan berat dan ringannya ketunagrahitaan. Kebutuhan khusus yang dimaksud adalah : 

  • Kebutuhan layanan pengajaran yang sama dengan siswa lainnya. Mereka hanya membutuhkan tambahan pengertian guru dan teman-temannya, tambahan waktu untuk mempelajari sesuatu. 
  • Kebutuhan layanan pembelajaran yang sangat khusus. Merka membutuhkan layanan, seperti: program stimulasi dan intervensi dini meliputi: terapi bermain, okupasi, terapi bicara, kemampuan memelihara diri dan belajar akademik

2. Kebutuhan Akan Penciptaan Lingkungan Belajar

Mereka membutuhkan lingkungan belajar seperti pengaturan tempat duduk yang disesuaikan kondisi anak-anak tunagrahita. 

3. Kebutuhan dalam Pengembangan Kemampuan Bina Diri

Anak tunagrahita membutuhkan konteks dan orientasi cerita yang dimulai dari hal yang konkrit kemudian ke hal abstrak. 

4. Kebutuhan dalam Pengembangan Kemampuan Sosial dan Emosi

Dalam hal berinteraksi membutuhkan hal-hal kebutuhan untuk merasa menjadi bagian dari yang lain, kebutuhan untuk menemukan perlindungan dari label yang negatif, kebutuhan akan kenyamanan sosial, dan kebutuhan untuk menghilangkan kebosanan dengan adanya stimulasi sosial. 

5. Kebutuhan dalam Pengembangan Kemampuan Keterampilan 

Beberapa keunggulan tunagrahita yang akan membawa mereka pada hubungannya dengan orang lain, meliputi: (a) spontanitas yang wajar dan positif, (b) kecenderungan untuk merespon orang lain dengan baik dan hangat, (c) kecenderungan merespon pada orang lain dengan jujur, dan (d) kecenderungan untuk mempercayai orang lain.Berdasarkan penjelasan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa anak tunagrahita ringan selain membutuhkan layanan pengajaran yang sama tetapi juga membutuhkan layanan pengajaran khusus. 

B. Masalah-Masalah yang Dihadapi Anak Tunagrahita

Hambatan fungsi kecerdasan yang dimiliki anak tunagrahita dapat menimbulkan masalah-masalah lainnya seiring dengan perkembangannya. 

Menurut Astati dan Mulyati (2010 : 22), masalah yang dihadapi oleh anak tunagrahita ringan dalam konteks pendidikan adalah sebagai berikut :

1. Masalah Kesulitan dalam Kehidupan Sehari-hari

Masalah ini berkaitan dengan kesehatan dan pemeliharaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi keterbatasan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari mereka banyak mengalami kesulitan apalagi yang termasuk kategori berat dan sangat berat; pemeliharaan kehidupan sehari-harinya sangat memerlukan bimbingan. Karena itulah di sekolah diharapkan sekali dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam melatih dan membiasakan anak didik untuk merawat dirinya sendiri. Masalah-masalah yang sering ditemui diantaranya adalah : cara makan, menggosok gigi, memakai baju, memasang sepatu dan lain-lain.

2. Masalah Kesulitan Belajar

Dapat disadari bahwa dengan keterbatasan kemampuan berfikir mereka, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mereka sudah tentu mengalami kesulitan belajar, yang tentu pula kesulitan tersebut terutama dalam bidang pengajaran akademik (misalnya : Matematika, IPA, Bahasa), sedangkan untuk bidang non-akademik mereka tidak banyak mengalami kesulitan belajar. Masalah-masalah yang sering dirasakan dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar diantaranya : kesulitan menangkap pelajaran, kesulitan dalam belajar yang baik, mencari metode yang tepat, kemampuan berpikir abstrak yang terbatas, daya ingat yang lemah, dan sebagainya.

3. Masalah Penyesuaian Diri

Masalah ini berkaitan dengan masalah-masalah atau kesulitan dalam hubungannya dengan kelompok maupun individu di sekitarnya. Disadari bahwa kemampuan penyesuaian diri dengan lingkungan sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan. Karena tingkat kecerdasan anak tunagrahita berada di bawah rata-rata (normal) maka dalam kehidupan bersosialisasi mengalami hambatan. Di samping itu mereka ada kecenderungan diisolir (dijauhi) oleh lingkungannya, apakah itu masyarakat atau keluarganya. dapat juga terjadi anak ini tidak diakui secara penuh sebagai individu yang berpribadi dan hal tersebut berakibat fatal terhadap pembentukan pribadi, sehingga mengakibatkan suatu kondisi pada individu itu ketiakmampuannya di dalam menyesuaikan diri baik terhadap tuntutan sekolah, keluarga, masyarakat, dan bahkan terhadap dirinya sendiri.

4. Masalah Penyaluran ke Tempat Kerja

Secara empirik dapat dilihat bahwa kehidupan anak tunagrahita cenderung banyak yang masih menggantungkan diri kepada orang lain terutama kepada keluarga (orang tua) dan masih sedikit sekali yang sudah dapat hidup mandiri, inipun perlu disadari betapa pentingnya masalah penyaluran tenaga kerja tunagrahita ini dan untuk itu perlu dipikirkan matang-matang dan secara ideal dapat diwujudkan dengan penanganan yang serius.

5. Masalah Pemanfaatan Waktu Luang.

Adalah wajar bagi anak tunagrahita dalam tingkah lakunya sering menampilkan tingkah laku nakal. Dengan kata lain bahwa anak-anak ini berpotensi untuk mengganggu ketenangan lingkungannya, apakah terhadap benda-benda ataupun manusia di sekitarnya, apalagi mereka yang hiperaktif.

Sebenarnya sebagian dari mereka cenderung suka berdiam diri dan menjauhkan diri dari keramaian sehingga hal ini dapat berakibat fatal bagi dirinya, karena dapat saja terjadi tindakan bunuh diri. Untuk mengimbangi kondisi ini sangat perlu adanya imbangan kegiatan dalam waktu luang, sehingga mereka dapat terjauhkan dari kondisi yang berbahaya, dan pula tidak sampai mengganggu ketenangan masyarakat maupun keluarganya sendiri.

Print/Save

Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.!
Share This :

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar