Ads Banner

Program Percepatan Belajar Bagi Anak Berbakat

Program Percepatan Belajar Bagi Anak Berbakat
Program Percepatan Belajar Bagi Anak Berbakat

Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia selama ini lebih banyak bersifat klasikal-massal, yaitu berorientasi pada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah siswa. Kelemahan yang tampak adalah belum terakomodasikannya kebutuhan individual siswa di luar kelompok siswa normal. Oleh karenanya potensi siswa tidak dapat disalurkan atau berkembang secara optimal. Atas dasar pemikiran tersebut, maka 3 (tiga) sekolah swasta di Jakarta mulai tahun pelajaran 1998/1999 merintis pelayanan belajar bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dalam bentuk program percepatan belajar (akselerasi), yang mendapat arahan dari Dirjen Dikdasmen. Selanjutnya pemerintah mencanangkan sekolah di Jakarta sebagai penyelenggara ujicoba percepatan belajar, ujicoba program tersebut didiseminasikan ke beberapa sekolah di ibukota propinsi.

Program Percepatan Belajar adalah salah satu program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang oleh guru telah diidentifikasi memiliki prestasi sangat memuaskan, dan oleh psikolog telah diidentifikasi memiliki kemampuan intelektual umum pada taraf cerdas, memiliki kreativitas dan keterikatan terhadap tugas di atas rata-rata, untuk dapat menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar mereka.

Landasan Hukum penyelenggaraan program percepatan belajar adalah Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional, kemudian diganti dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, antara lain:

  1. Pasal 5 ayat 4: “Warga Negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus”
  2. Pasal 12 ayat 1:“Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak: … (b) mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; (f) menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan”.

Ada 2 (dua) tujuan yang mendasari dikembangkannya program percepatan belajar bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Tujuan Umum

  • Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan afektifnya. 
  • Memenuhi hak asasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri. 
  • Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik. 
  • Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri peserta didik. 
  • Menimbang peran peserta didik sebagai aset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian peran. 
  • Menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan. 

Tujuan Khusus 

  • Memberi penghargaan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan secara lebih cepat sesuai dengan potensinya. 
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran peserta didik. 
  • Mencegah rasa bosan terhadap iklim kelas yang kurang mendukung berkembangnya potensi keunggulan peserta didik secara optimal. 
  • Memacu mutu siswa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosionalnya secara berimbang. 

Program percepatan belajar dapat diselenggarakan dalam 3 (tiga) bentuk pilihan:

1. Kelas Reguler, dimana siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar bersama-sama dengan siswa lainnya di kelas reguler (model terpadu/inklusif). Bentuk penyelenggaraan pada kelas reguler dapat dilakukan dengan model sebagai berikut: 

Kelas reguler dengan kelompok (cluster). Siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar bersama siswa lain (normal) di kelas reguler dalam kelompok khusus. 

Kelas reguler dengan pull out. Siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar bersama siswa lain (normal) di kelas regular, namun dalam waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber (ruang khusus) untuk belajar mandiri, belajar kelompok, dan/atau belajar dengan guru pembimbing khusus. 

2. Kelas Khusus, dimana siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar dalam kelas khusus;

3. Sekolah Khusus, dimana semua siswa yang belajar di sekolah ini adalah siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Print/Save

Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.!
Share This :

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar