Ads Banner

Anak Berkebutuhan Khusus

Anak Berkebutuhan Khusus
Anak Berkebutuhan Khusus
Anak Berkebutuhan Khusus
Anak Berkebutuhan Khusus

Pada dasarnya pendidikan terjadi pada manusia sepanjang hayat (life long education), oleh karena itu pendidikan merupakan hak setiap manusia. Seperti tersurat di dalam isi UUD 1945 ”bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang dapat diakses oleh semua Warga Negara Indonesia.

Pelayanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus sekarang ini belum dapat dirasakan oleh semua anak luar biasa yang ada di Indonesia, hal ini berdasarkan data statistik Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Biasa, Ditjen Dikdasmen, bahwa anak luar biasa usia sekolah yang dapat menikmati pelayanan pendidikan formal belum mencapai 2,5% dari seluruh anak luar biasa di Indonesia. Banyak faktor penyebab, diantaranya : belum meratanya pendidikan sampai ke pelosok pedesaan meskipun sudah mulai diterapkan pendidikan inklusif, kesadaran/kondisi sosial ekonomi orang tua dan belum optimalnya peran serta masyarakat terhadap Pendidikan Luar Biasa.

A. Pengertian

Banyak istilah yang digunakan untuk anak berkebutuhan khusus diantaranya adalah anak luar biasa, anak cacat, anak berkelainan dan lain sebagainya. Sejalan dengan paradigma berpikir yang berkembang maka berubah juga istilah untuk menyebut anak yang memiliki kebutuhan khusus yaitu anak berkebutuhan khusus yang merupakan terjemahan dari bahasa Inggris children with special needs. Selain istilah anak berkebutuhan khusus, ada istilah lain yang sekarang berkembang luas yang sering digunakan adalah difabel, yang mana merupakan kependekan dari diference ability. Karena perubahan paradigma maka cara memandang anak berkebutuhan khususpun berbeda dengan sebelumnya. Dulu memandang anak dari perbedaan sehingga muncul labeling, dan layanan pendidikanpun disesuaikan dengan label yang dimiliki oleh anak. Sekarang anak dipandang dari persamaan yang membedakan mereka kebutuhannya, dan layanan pendidikanpun disesuaikan dengan kebutuhan mereka serta adanya kompensasi dari hambatan yang mereka miliki. Untuk memahami anak berkebutuhan khusus kita harus memahami perbedaan yang ada pada mereka yaitu perbedaan interindividual dan perbedaan intraindividual.

Selain masalas perbedaan, ada beberapa termninologi yang dapat digunakan untuk memahami anak berkebutuhan khusus:

1. Impairment: Suatu kondisi dimana individu mengalami kehilangan fungsi organ tubuh atau psikologisnya.

2. Disability: suatu kondisi dimana seorang individu mengalami kekurangmampuan akibat dari impairment atau hambatan yang dimilikinya.

3. Handicapped; menunjuk pada suatu kondisi keterbatasan akibat dari ketidakmampuan atau impairment yang ada pada diri individu.

B. Prevalensi

Perkiraan jumlah anak berkebutuhan khusus di negara-negara maju seperti Amerika adalah 11,5 %, dari populasi. Di negara-negara berkembang termasuk Indonesia kemungkinan anak berkebutuhan khusus lebih banyak dari negara-negara maju. Di Indonesia sendiri data jumlah anak berkebutuhan khusus belum akurat. Menurut data BPS hasil sensus 2003 anak berkebutuhan khusus di Indonesia teridentifikasi sebanyak 1,48%, dan anak berkebutuhan khusus yang telah bersekolah ada 81.434 anak (Dir. PSLB, 2006:39).

Reference:

Ashman, Adrian & Elkins, John, (1994), Educating Children with Special Needs, Australia: Prentice Hall, Inc.

Hallahan & Kauffman, (1988), Exceptional Children, Introduction to Special Education, 4th Edition, New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Anak Berkebutuhan Khusus Diantaranya :

1. Autis

3. Anak Berbakat

3. Tunarungu

4. Tunalaras

5. Tunagrahita

6. Tunaganda

7. Tunanetra

8. Tunadaksa

a

Print/Save

Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.!
Share This :

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar