Middle Childhood 2

Lanjutan dari postingan terdahulu. Memang pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk itu sangat perlu diperhatikan. 

Bagi anda yang belum membaca postingan sebelumnya ada baiknya baca dulu Middle Chilhood 1
Lanjutan 

5. Mengembangkan kemampuan komunikasi "Ability to communicate" 
    Ada pepatah mengatakan bahwa : Segala bisa diselesaikan dengan komunikasi, ada benarnya. Sebaiknya orang tua tidak henti-hentinya untuk melatih komunikasi baik itu lisan maupun tertulis. Biasakanlah untuk menulis hal-hal penting yang harus dikerjakan atau dilakukan oleh anak-anak. Contohnya : Pesan singkat yang disimpan di meja belajar atau ditempel di pintu kamar anak "Besok bangun jam 5 pagi, tidak boleh telat karena kita mau pergi ke luar kota". Jangan lupa bertanya apa kegiatan yang ingin dilakukan atau hal-hal kecil lain yang menjadi perhatiannya, misalnya : Besok main sepatu roda dengan siapa, jam berapa? dimana? dsb. Cara-cara ini secara tidak langsung dapat memotivasi anak untuk mengekspresikan kemampuannya berbahasa, bukan hanya berbicara. Secara alamiah, ketika kita melakukan komunikasi dua arah suasana lebih menyenangkan.
6. Memahami Bahasa " Understand language"
    Mulailah mengenalkan pentingnya "berbahasa" tidak sekedar "berbicara". Maksudnya ketika kita "berbahasa" maka kita harus mampu menggunakan tata bahasa yang baik dan benar. 

7. Melatih hubungan interaksi sosial “Social interaction”
   Usia 6-12 tahun merupakan fase pertama bagi anak untuk memahami hubungan atau interaksi antara dirinya dengan masyarakat. Bukankah pada rentang usia ini, anak-anak pada umumnya sudah "keluar" rumah. Kata kuncinya adalah " "Melatih perilaku untuk berinteraksi dengan masyarakat". Mengajari anak-anak untuk bersopan santun, tentu saja sudah dimulai sejak balita. Namun implementasi dari teori-teori sopan santun, budaya, dan adat istiadat baru terasa ketika anak berada pada usia 6-12 tahun. 
8. Mengajak bermain "Playing"
    Apa yang paling disenangi anak-anak usia 6-12 tahun? salah satu jawabannya pasti "bermain". Dalam mengajak bermain sebaiknya dikaitkan dengan hal-hal yang mengajari anak (bermain sambil belajar), karena secara tidak langsung akan mudah diserap olah anak.
Reaksi :
Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.! Bagi yang mau repost ulang harap untuk mencantumkan tautan/sumber!..

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar