Ads Banner

Pengertian dan Karakteristik Anak Tunagrahita Sedang

Pengertian dan Karakteristik Anak Tunagrahita Sedang
Pengertian dan Karakteristik Anak Tunagrahita Sedang

Pengertian Anak Tunagrahita Sedang 

Anak tunagrahita sedang merupakan salah satu tingkatan anak tunagrahita yang memiliki IQ di bawah rata-rata anak normal dan anak tunagrahita ringan, selain itu mereka juga memiliki keterbatasan yang lebih komplek dibandingkan dengan anak tunagrahita ringan.

Amin (1995: 23) mengemukakan bahwa Anak tunagrahita sedang adalah: ”Mereka yang memiliki kemampuan intelektual umum dan adaptasi perilaku di bawah tunagrahita ringan”. dan juga  mengemukakan bahwa : “Mereka masih mempunyai potensi untuk belajar memelihara diri dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan, dan dapat mempelajari beberapa pekerjaan yang mempunyai arti ekonomi” (Amin (1995: 39).

Anak tunagrahita sedang memiliki IQ 51-36 menurut skala Binet dan 54-40 menurut skala Weshcler (WISC). Anak tunagrahita sedang bisa mencapai perkembangan MA atau usia perkembangan mental sampai kurang lebih 7 (tujuh) tahun, mereka dapat dididik membina diri sendiri dari bahaya seperti menghindari kebakaran, berjalan di jalan raya, berlindung dari hujan, memakai baju sendiri, dan sebagainya.

Anak tunagrahita sedang sangat sulit bahkan tidak dapat berjalan secara akademik seperti belajar menulis, membaca, dan berhitung walaupun mereka, masih dapat menulis secara sosial, misalnya menulis namanya sendiri, alamat rumahnya, dll. Masih dapat dididik mengurus diri, seperti mandi, berpakaian, makan, minum, mengerjakan pengerjaan rumah tangga sederhana seperti menyapu, membersihkan perabot rumah tangga, dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari anak tunagrahita sedang membutuhkan pengawasan yang terus menerus. Mereka juga masih dapat bekerja di tempat kerja yang terlindung.

Anak tunagrahita sedang sangat sulit bahkan tidak dapat berjalan secara akademik seperti belajar menulis, membaca, dan berhitung walaupun mereka, masih dapat menulis secara sosial, misalnya menulis namanya sendiri, alamat rumahnya, dll. Masih dapat dididik mengurus diri, seperti mandi, berkapaian, makan, minum, mengerjakan pengerjaan rumah tangga sederhana seperti menyapu, membersihkan perabot rumah tangga, dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari anak tunagrahita sedang membutuhkan pengawasan yang terus menerus. Mereka juga masih dapat bekerja di tempat kerja yang terlindung.

Karakteristik Tunagrahita Sedang

Pada dasarnya tidak ada satu anak pun yang memiliki karakteristik atau ciri yang sama persis dengan anak yang lainnya. Begitu pula halnya dengan anak tunagrahita, terdapat beberapa ciri yang membedakan mereka dengan anak yang lainnya, karakteristik anak tunagrahita yang akan dikemukakan pada bagian ini merupakan karakteristik yang pada umumnya tampak pada anak tunagrahita sedang sebagaimana digambarkan oleh Astati (2001 : 7).

a. Segi fisik
Keadaan fisik tunagrahita sedang tidak sebaik penyandang tunagrahita ringan. Mereka mengalami kurang keseimbangan, kurang koordinasi gerak sehingga ada diantara mereka yang mengalami keterbatasan dalam bergerak.

b. Segi Kecerdasan
Kelompok ini mencapai kecerdasan yang sama dengan anak normal yang berusia 7 atau 8 tahun. Sehubungan dengan ini R.P. Mandey & Jhon Wiles (1959 : 43) menyatakan bahwa : Tunagrahita sedang walaupun sudah dewasa dapat mencapai umur kecerdasan yang sama dengan anak normal usia 7 tahun.

c. Segi Bicara
Kemampuan bicaranya sangat kurang, akan tetapi masih dapat mengutarakan keinginannya walaupun dalam mengucapkan kata-kata tidak jelas, menghilangkan salah satu fonem dalam satu kata, menambah foen dalam kata, atau mengucapkan kata mengerti lainnya.

d. Segi sosialisasi
Mereka dapat bergaul dengan tetangga terdekatnya, teman-temannya dengan orang-orang di sekitar dengan baik, mereka tidak dapat bepergian jauh. Mereka masih dapat menyebut namanya, alamatnya walaupun tidak kesempurnaan anak normal.

e. Segi Pekerjaan
Dalam hal pekerjaan, mereka dapat mengerjakan hal-hal yang sifatnya sederhana dan rutin. Mereka ini bekerja dengan pengawasan.

Mengacu pada keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa karakteristik anak tunagrahita sedang memiliki perbedaan dengan anak normal sehingga lemah dalam segi fisik dan motorik, kurang mampu menarik kesimpulan dari yang dibicarakannya, sulit berfikir abstrak, cenderung menarik diri, kurang percaya diri tetapi dapat melakukan pekerjaan yang sifatnya sederhana.

Print/Save

Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.!
Share This :

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar