Penemuan Tak Ternilai dan Paling Penting Di Dunia

1. Qin Shi Huang Terracotta Army

Pasukan terakota (bīng mǎ yǒng) atau yang disebut Tentara terakota adalah kumpulan koleksi dari 8.099 terakota berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran manusia pada umumnya yang terletak di dekat makam dari Kaisar pertama dinasti Qin, Qin Shi Huang. Tentara prajurit itu ditemukan pada tahun 1974 dekat Xi`an, Propinsi Shaanxi oleh seorang petani yang akan mengbor sumur. Terakota dibangun tahun 210 SM - 209 SM dan bertujuan untuk melindungi Kaisar Qin sesudah kematian Kaisar. 

Bangunan ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1987.

2. Gulungan Laut Mati/The Dead Sea Scrolls

Gulungan Laut Mati terdiri dari lebih kurang 900 dokumen, termasuk teks-teks dari Kitab Suci Ibrani, yang ditemukan antara tahun 1947 dan 1956 dalam 11 gua di Wadi Qumran dan sekitarnya (dekat reruntuhan pemukiman kuno Khirbet Qumran, di sebelah barat daya pantai Laut Mati). Teks-teks ini mempunyai makna keagamaan dan sejarah yang penting, karena mereka praktis merupakan satu-satunya dokumen-dokumen Alkitab yang berumur antara tahun 150 SM dan 70 M. Banyak pihak memperkirakan Gulungan Laut Mati sebagai benda arkeologi paling penting yang pernah ditemukan di abad ke-20. Gulungan ini diperkirakan ditulis atau dikumpulkan oleh sebuah sekte Yahudi yang melarikan diri dari Yerusalem ke Gurun Yudea 2.000 tahun lalu, dan menetap di Qumran yang ada di tepi Laut Mati.

3. Perpustakaan Kerajaan Ashurbanipal/The Royal Library of Ashurbanipal

Tablet yang terbuat dari tanah liat ini ditemukan di kota Mesopatamia Niniwe (Irak) oleh Austen Henry Layard. Terdapat sekitar 25.000 koleksi tablet tanah liat. Ashurbanipal adalah raja Assyria dan ia adalah kolektor besar artefak kuno dan cukup bersemangat untuk menambah koleksi di perpustakaannya. Tablet ini dianggap suci karena teksnya berisi prasasti kerajaan, kronik, mitologi dan keagamaan, kontrak-kontrak, hibah dan keputusan kerajaan, surat-surat kerajaan, pertanda, mantra, himne untuk berbagai dewa dan teks materi kedokteran, astronomi, dan sastra. Pada tahun 612 SM tempat di mana artefak kuno ini disimpan terbakar dan tablet-tablet yang disimpan di sana sekarang dalam bentuk hangus.

4. Makam Tutankhamun/Tutankhamun Tomb

Tutankhamun adalah Firaun dari Dinasti Kedelapan belas Mesir (memerintah 1333 SM -1324 SM), pada masa yang disebut Kerajaan Baru Mesir. Nama aslinya, Tutankhaten, berarti "Jelmaan hidup Aten", sedangkan Tutankhamun berarti "Jelmaan hidup Amun". Pada tahun 1922, makamnya ditemukan oleh Howard Carter dan sejak itu Tutankhamun menjadi ikon populer dari peradaban Mesir Kuno.

Pada bulan Februari 2010, hasil tes DNA menyatakan bahwa dia adalah anak dari Akhenaten  dan adiknya / istri, yang namanya tidak diketahui tetapi secara positif diidentifikasi sebagai mumi "Nyonya Muda".

Makam Tutankhamun merupakan makam terlengkap yang pernah ditemukan di lembah para raja di Mesir yang terdiri dari sebuah ruang pemakaman, benda-benda berharga, lampiran dan ruang depan, yang dimasukkan dengan tangga dan koridor miring. Makam Ini berisi harta karun benda Mesir kuno termasuk patung, model perahu, kereta, dan bahkan dua janin mumi yang dianggap sebagai anaknya yang mati saat dilahirkan.

5. Pompeii

Pompeii ditemukan di 1599 oleh Domenico Fontana ketika ia bekerja pada sebuah proyek hidrolika, namun tetap belum tergali sampai ditemukan kembali pada 1748 oleh insinyur Spanyol Rocque militer Joaquin de Alcubierre. Pompeii adalah sebuah kota kuno yang telah didirikan pada abad ke 6 SM oleh keturunan berbahasa Oscan penduduk Neolitik Campania, kemudian datang di bawah Yunani, Etruscan, Samnite dan akhirnya di bawah kekuasaan Romawi .

Debu letusan gunung Vesuvius menimbun Kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki, menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun. Penemuan Pompeii terjadi secara kebetulan pada abad enam belas, saat dilakukan pembangunan kanal irigasi. Pekerja penggalian menemukan bekas sebuah gedung, dan ada pahatan bertuliskan “Pompeii” di gedung itu. Rupanya gedung itu bekas milik orang kaya. Tetapi temuan ini tidak ditindaklanjuti. Baru dua ratus tahun kemudian dilakukan penelitian atas reruntuhan kota. Pada 1860 dilakukan studi oleh arkeolog Giuseppe Fiorelli, atas perintah Raja Emmanuel II. Dia bekerja dengan teliti dan berhasil mengungkap lanskap Pompeii.

Pada 1863 Fiorelli menemukan banyak obyek yang menyerupai tubuh manusia di reruntuhan kota. Setelah dibersihkan dengan cermat, hasilnya luar biasa mengejutkan. Debu-debu vulkanik rupanya telah mengeraskan mayat manusia dan hewan, membentuk semacam cetakan yang menunjukkan saat-saat ajal mereka. Korban-korban itu tampak mati kesakitan karena ekspresi kesakitan tampak jelas di wajah mereka. Dalam salah satu catatan hasil penelitian Harun Yahya, tertulis “Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi kesakitan dan keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.

Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.! Bagi yang mau repost ulang harap untuk mencantumkan tautan/sumber!..

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar