Ads Banner

Apa Tanda Kebelum Dewasaan dan Kemandirian se-Seorang

Apa Tanda Kebelum Dewasaan dan Kemandirian se-Seorang
Apa Tanda Kebelum Dewasaan dan Kemandirian se-Seorang
tanda kedewasaan
Secara fisik, seseorang yang telah berusia 24 tahun ke atas, telah menikah, telah memiliki perkerjaan yang mapan, telah memiliki keturunan, belum tentu sosial-emosionalnya, mental-psikologisnya, dan rohani-spritualnya belum tentu mencapai tingkat kedewasaan. Memang sulit mengukur tingkat kedewasaan seseorang, akan tetapi hal-hal berikut ini dapat dipertimbangkan sebagai "pertanda" kebelum dewasaan dan kemandirian dalam arti sosial, psikologis, dan spiritual seseorang. Akan tetapi penilaian ini hanya bersifat relatif, so belum pasti benar.
  • Ia masih selalu merasa ditentukan oleh orang lain atau sesuatu yang diluar dirinya.
  • Kurang bertanggung jawab apabila mendapat masalah.
  • Seperti bunglon, artinya apabila ia duduk di kelompok yang berpendapat A maka ia ikut A, di kelompok yang berkata B maka ia ikut B.
  • Ia khususnya dalam usaha membela diri, akan cenderung menggunakan cara-cara yang menggandalkan "otot" kekerasan, pemaksaan kehendak atas nama suatu kelompok (pengeroyokan), dan tidak berani bertindak atas nama dirinya. Dengan arti lain tidak berani bertindak sendiri dalam menghadapi masalah.
  • Belum dapat diandalkan untuk mengerjakan suatu tugas tanpa pengawasan baik dari orang sekitarnya atau atasannya.
  • Cenderung digerakkan atau dimotivasi dengan iming-iming, hadiah, janji-janji orang lain (outside in) dan bukan digerakan dari dalam diri (inside out)
  • Mudah berjanji dan melupakannya tanpa rasa bersalah karena selalu membentengi diri dengan sejuta alasan permaaf (excuses) dan kilah (rasionalisasi)
  • Belum mampu menemukan panggilan hidupnya, arah hidupnya, amanat yang harus ditunaikannya.
  • Hampir tidak pernah memprakarsai, memulai, atau mengambil inisiatif untuk melakukan sesuatu yang dapat mengubah lingkungannya. Ia merasa segala sesuatu sudah harus begitu dan tak perlu aneh-aneh lagi.
  • Membina hubungan atas dasar perasaan suka dan tidak suka semata, sehingga sulit membina hubungan yang stabil atas dasar komitmen.
  • dst......

Segala hal tersebut hanyalah "pertanda" yang belum tentu sepenuhnya benar, ibarat langit mendung tak selalu berarti pasti huhan. Memutlakkan hal-hal relatif semacam itu justru merupakan pertanda lainnya bahwa kita belum cukup dewasa.

Print/Save

Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.!
Share This :

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar