Kurikulum 2013 Tak Menyentuh Anak Berkebutuhan Khusus

Anak Berkebutuhan Khusus membutuhkan layanan pendidikan yang sesuai dengan potensinya agar dapat dikembangkan secara optimal. Akan Tetapi kurikulum pendidikan 2013 dianggap mengabaikan anak-anak berkebutuhan khusus. Menurut Rektor Universitas Yogyakarta Rochmat Wahab, kurikulum tersebut tidak menyentuh sekolah luar biasa mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

"Padahal yang justru harus diperhatikan juga adalah anak-anak berkebutuhan khusus," Ia menuturkan, anak normal bisa lebih mudah mengakses pendidikan dan pelajaran, sementara anak berkebutuhan khusus lebih sulit.

Anak-anak berkebutuhan khusus mempunyai sistem pendidikan berbeda. Mereka juga mempunyai metode yang berbeda, baik dengan sekolah biasa atau sekolah inklusif. Kadang, anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan di rumah atau home schooling.

"Nah, bagaimana kurikulum pendidikan untuk home schooling? Ini juga belum dibahas," ucap Rochmat. Ia juga menyarankan diperlukannya guru-guru yang berkeliling dari rumah ke rumah, atau dari rumah sakit ke rumah sakit untuk anak-anak yang tidak bisa belajar di sekolah biasa.

Anggota Panitia Kerja Kurikulum dari Fraksi Keadilan Sejahtera, Rohmani, juga menyayangkan tidak ada sistem yang baru untuk sekolah luar biasa. "SLB harusnya dibuat bersama-sama. Apalagi mereka juga ada perjenjangan," kata Rohmani. 

Karena belum menyentuh pendidikan keseluruhan, Rohmani merasa bahwa pelaksanaan kurikulum ini hendaknya ditunda selama satu tahun. Dalam waktu satu tahun, Rohmani meminta pemerintah untuk mempersiapkan konsep yang lebih matang. "Konsep yang sekarang saja masih belum dikatakan sempurna, masih ada perubahan-perubahan," tutur anggota Komisi Pendidikan DPR ini.

Kurikulum baru akan mulai diperlakukan pada tahun ajaran baru 2013/2014, Juni mendatang, secara berjenjang. Untuk tahun ajaran 2013/2014, kurikulum berlaku untuk kelas I, IV, VII, dan X. Beberapa mata pelajaran dilebur dengan yang lain, dibuat lebih terintegrasi dan holistik. 

Mata pelajaran SD yang semula 10 menjadi enam, sedangkan SMP dari 12 menjadi 10. Pelajar SMA dibebaskan memilih pelajaran yang disukai. Metode pengajaran dibuat untuk merangsang keaktifan siswa. Diharapkan, kurikulum pendidikan baru ini dapat menjawab tantangan zaman.
Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.! Bagi yang mau repost ulang harap untuk mencantumkan tautan/sumber!..

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar