Bagaimana Nasib Guru Honorer yang Mengabdikan Dirinya di Sekolah Swasta?

Tenaga Honorer Kategori 1 dan 2

Info [K-moe] - Isu Tenaga Honorer Kategori 2 saat ini menjadi buah bibir para guru non pns di Indonesia. Saat ini mungkin orang yang termasuk dalam kategori tenaga honorer kategori dua berbahagia karena salah satu syarat untuk menjadi cpns/pns telah dimiliki. Tenaga Honorer Kategori 2 adalah tenaga honorer yang bekerja pada instansi pemerintah dan penghasilannya tidak dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang membedakan tenaga honorer kategori 1 dan 2 adalah penggajiannya, K1 dari APBN/APBD sedangkan K2 digaji dari Non APBN/APBD. Tenaga Honorer Kategori 1 diangkat langsung menjadi CPNS, sedangkan Tenaga Honorer Kategori 2 harus mengikuti test tertulis.

Didalam peraturan pemerintah PP No 48/2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS Sebagaimana Telah Di Revisi Dengan PP 43/2007, Tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban APBN/APBD.

Di dalam Pasal 3 bahwa :

(1) Pengangkatan tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil diprioritaskan bagi yang melaksanakan tugas sebagai: a. guru; b. tenaga kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan; c. tenaga penyuluh di bidang pertanian, perikanan, peternakan; dan d. tenaga teknis lainnya yang sangat dibutuhkan pemerintah.

(2) Pengangkatan tenaga honorer sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada: a. usia paling tinggi 46 (empat puluh enam) tahun dan paling rendah 19 (sembilan belas) tahun; dan b. masa kerja sebagai tenaga honorer paling sedikit 1 (satu) tahun secara terus menerus.

(3) Masa kerja terus menerus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b tidak berlaku bagi dokter yang telah selesai menjalani masa bakti sebagai pegawai tidak tetap.

Peraturan Pemerintah tersebut hanya menyinggung terhadap tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah, bagaimana dengan nasib kami para guru non pns yang mengabdi di sekolah swasta? Mungkin untuk sekolah swasta di kota-kota besar menjamin kesejahteraan gurunya yang non pns dengan gaji dan tunjangan yang besar tapi bagaimana dengan nasib guru yang mengabdi di sekolah swasta di daerah yang notabene rata-rata di gaji + 200 ribu perbulan bahkan kenyataannya ada juga yang tidak digaji sama sekali. Apa kami masih punya kesempatan untuk diangkat menjadi PNS?

Bukan kami tidak ingin mengabdi di sekolah negeri, tetapi khusus untuk ruang lingkup Pendidikan Luar Biasa, sekolah dengan status Negeri itu sangat terbatas rata-rata di satu kabupaten hanya memiliki 1 atau 2 Sekolah Luar Biasa / PK & LK negeri saja. Seperti di Kabupaten Ciamis, kurang lebih terdapat 31 Sekolah Luar Biasa, 2 diantaranya Negeri dan 29 lainnya swasta dengan jumlah guru sukwan sampai ratusan dengan gaji perbulan hanya 50 – 250 ribu bahkan ada juga yang gajinya perbulan 30 hari alias Nihil dengan rata-rata masa kerja lebih dari 5 tahun. Coba anda bayangkan dengan uang sebesar itu tetapi masih mengajar di Sekolah Luar Biasa/Pendidikan Khusus selama bertahun-tahun.

Mohon bagi pemerintah untuk memikirkan juga nasib para guru sukwan / guru non pns yang mengabdi di sekolah swasta! 

Reaksi :
Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.! Bagi yang mau repost ulang harap untuk mencantumkan tautan/sumber!..

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar