Macam-Macam Jenis Kesulitan Belajar

Definisi Kesulitan Belajar Menurut Ahli
Ilustrasi Anak Berkesulitan Belajar

Info [K-moe]– Jenis-Jenis Kesulitan Belajar terdiri dari kesulitan belajar umum dan kesulitan belajar khusus.

A. Kesulitan Belajar Umum

  1. Ranah Kognitif
  2. Kurikulum di sekolah dibuat berdasarkan atas pola perkembangan kognitif, namun sering ditemui anak yang berkesulitan belajar justru dikarenakan karena tidak mengikuti pola perkembangan kognitif. Akibatnya tugas-tugas kognitif yang ditetapkan di sekolah tidak mampu diselesaikan oleh anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Adapun ranah kognitif menurut Syah (2004:183) adalah “kekurangmampuan yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual atau intelegensi siswa”. Wienman menjelaskan sebagaimana dikutip oleh Abdurrahman (1999:170) yang dimaksud kognisi adalah “fungsi mental yang meliputi persepsi, pikiran, simbol, penalaran dan pemecahan masalah. Perwujudan fungsi kognitif dapat dilihat dari kemampuan anak dalam menggunakan bahasa dan intelektual”.
  3. Ranah Afektif
  4. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2007:138) emosi adalah “luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat : keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologi (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan)”. sementara sikap Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2007:421) berarti “perbuatan dan sebagainya, yang berdasarkan pendirian, keyakinan”. Kesulitan belajar yang bersifat afektif (ranah rasa) ini meliputi gangguan seperti labilnya emosi dan sikap (Syah, 2004:183). Menurut Crow and Crow sebagaimana dikutip oleh Sunarto (2002:150) “Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam individu tentang keadaan mental dan fisik, dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak”.
  5. Ranah Psikomotorik
  6. Ranah Psikomotor yaitu “kesulitan belajar yang bersifat psikomotor (ranah rasa) adalah disebabkan karena gangguan- gangguan pada indra penglihatan dan pendengaran” (Syah, 2004:183) selanjutnya dikemukakan adanya gangguan ranah psikomotor dengan ciri-ciri sebagai berikut :  
    • Gangguan penglihatan
    • Gangguan penglihatan dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
      • Ciri fisik
      • misalnya : mata juling, sering berkedip, mengernyitan mata, kelopak mata merah, mata infeksi, gerakan mata tidak beraturan, mata selalu berair.
      • Ciri perilaku
      • seperti : membaca terlalu dekat, membaca banyak terlewati, cepat lelah ketika membaca/menulis, sering menggerakkan mata ketika melihat papan tulis, sering mengusap mata dan lain- lain.
      • Ciri keluhan
      • seperti : merasa sakit kepala, sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh, penglihatan terasa kabur ketika membaca/menulis, benda terlihat seperti dua buah, mata sering gatal. (Syah, 2004:183).
    • Gangguan Pendengaran
    • Gangguan pendengaran ini disebabkan oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran, dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur tertentu yang disebut audio meter.

B. Kesulitan Belajar Khusus

Kesulitan belajar adalah kondisi dimana anak dengan kemampuan intelegensi rata-rata atau di atas rata-rata, namun memiliki ketidakmampuan atau kegagalan dalam belajar. Public law dalam Hallahan dan Kauffman (1991:126) menjelaskan kesulitan belajar khusus yaitu "Sebagai gangguan pada suatu proses pada psikologis dasar atau yang lebih terlihat didalam penggunaan bahasa lisan dan tulis dengan wujud, seperti tidak kesempurnaan mendengar, memikirkan, membicarakan, membaca, menulis, mengucapkan atau melakukan penghitungan matematis" (Lailil, 2014:40).

Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar khusus yaitu gangguan pada psikologis dasar yang terlihat dalam berbahasa baik lisan atau tulisan seperti tidak kesempurnaan mendengar, memikirkan, membicarakan, membaca, menulis, mengucapkan, dan juga gangguan dalam melakukan penghitungan matematis.

Kesulitan belajar khusus dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu kesulitan belajar pra akademik dan kesulitan belajar akademik.

  1. Kesulitan Belajar Pra Akademik
    • Gangguan Motorik dan Persepsi
    • Gangguan perkembangan motorik disebut dispraksia, mencakup gangguan pada motorik kasar, penghayatan tubuh, dan motorik halus. Gangguan persepsi mencakup persepsi penglihatan atau persepsi visual, persepsi pendengaran atau aoditoris, persepsi heptik (raba dan gerak atau tatkil dan kinestik), dan inteligensi sistem persepsual.

      Hal tersebut sejalan dengan Gynsberg (2008:17) bahwa dispraksia adalah “ketidakmampuan melakukan aksi motorik kompleks walaupun kekuatan otot, sensasi, dan koordinasi normal, serta komprehensi dan kerjasama normal baik” (alih bahasa Muhammad, 2008:152). Ada beberapa jenis dispraksia, antara lain :

      • Dispraksia ideomotoris, ditandai dengan kurangnya kemampuan dalam melakukan gerakan sederhana seperti; menggunting, menggosok gigi, atau menggunakan sendok makan. Gerakannya terkesan canggung dan kurang luwes.
      • Dispraksia ideosional, ditandai anak dapat melakukan gerakan kompleks tetapi tidak mampu menyelesaikan secara keseluruhan terutama dalam kondisi lingkungan yang tidak tenang. Kesulitannya terletak pada urutan-urutan gerakan, anak sering bingung mengawali suatu aktivitas, misalnya mengikuti irama musik.
      • Dispraksia konstruksional, ditemukan pada anak yang mengalami kesulitan melakukan gerakan kompleks yang berkaitan dengan bentuk, seperti menyusun balok dan menggambar. Hal ini disebabakan karena kegagalan dalam konsep visiokonstruktif. (Muhammad, 2008:164).

      Berdasarkan keterangan di atas, dispraksia dikelompokkan menjadi tiga bagian antara lain : dispraksia ideomotoris, dispraksia ideosional, dan dispraksia konstruksional.

    • Kesulitan Belajar Kognitif
    • Kognitif merupakan fungsi mental yang mencaku persepsi, pikiran, simbolisasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Pendapat lain menyebutkan bahwa “kognitif mencakup berbagai aspek struktur intelektual yang digunakan untuk mengetahui sesuatu” (Gunarsa, 1981:234). Perwujudan fungsi kognitif dapat dilihat dari kemampuan anak menggunakan bahasa dan menyelesaikan soal-soal berhitung
    • Gangguan Perkembangan Bahasa (Disfasia)
    • Disfasia adalah “ketidakmampuan atau keterbatasan kemampuan anak menggunakan simbol linguistik untuk berkomunikasi secara verbal” (Aziz, 2006:23). Gangguan pada anak yang terjadi pada fase perkembangan ketika anak belajar berbicara disebut disfasia perkembangan (developmental dysphasia). Disfasia ada dua jenis, yaitu disfasiareseptif dan disfasia ekspresif. Pada disfasia reseptif anak mengalami gangguan pemahaman dalam penerimaan bahasa. Anak dapat mendengar kata- kata yang diucapakan, tetapi tidak mengerti apa yang didengar karena mengalami gangguan dalam peroses stimulus yang masuk. Pada disfasia eksperesif, anak tidak mengalami gangguan pemahaman bahasa, tetapi ia sulit mengekspresikan kata secara variabel. Anak dengan gangguan perkembangan bahasa akan berdampak akan berdampak kemampuan membaca dan menulis.
    • Kesulitan dalam Penyelesaian Perilaku Sosial
    • Ada anak yang perilakunya tidak dapat diterima oleh lingkungan sosialnya, baik oleh sesama anak, guru, maupun orang tau. Ia ditolak oleh lingkungan sosialnya karna sering mengganggu, tidak sopan, tidak tahu aturan, atau berbagai perilaku lainnya. Jika kesulitan penyusuaian perilaku sosial ini tidak secepatnya ditngani maka tidah hanya menimbulakan kerugian bagi anak itu sendiri, tetapi juga bagi lingkungannya.
  2. Kesulitan Belajar Akademik
  3. Meskipun sekolah mengajarkan berbagai mata pelajaran atau bidang studi, namun klasifikasi kesulitan belajar akademik tidak dikaitkan dengan semua mata pelajaran atau bidang studi tersebut. Berbagai literatur yang mengkaji kesulitan belajar hanya menyebutkan tiga jenis kesulitan belajar akademik sebagai berikut:
    • Kesulitan Belajar Membaca (Disleksia)
    • Kesulitan belajar membaca sering disebut disleksia. Menurut Bryan dan Bryan dalam mercer (1979:200) mendefinisikan disleksia “sebagai suatu sindroma kesulitan belajar mempelajari komponen-komponen kata dan kalimat”. Hal tersebut sejalan dengan Asrori (2007:236) mendefinisikan disleksia “sebagai gangguan belajar membaca yang ditunjukkan dengan kemampuan membacanya di bawah kemampuan yang sesungguhnya dimiliki”. Kesulitan belajar membaca yang berat dinamakan aleksia. Kemampuan membaca tidak hanya merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang akademik, tetapi juga untuk meningkatkan keterampilan kerja dan memungkinkan orang untuk berprestasi dalam kehidupan masyarakat secara bersama.
    • Kesulitan Belajar Menulis (Disgrafia)
    • Salah satu jenis kesulitan belajar diantaranya adalah kesulitan belajar menulis atau sering juga disebut disgrafia. Kesulitan belajar menulis yang berat disebut agrafia. Disgrafia adalah “masalah pembelajaran spesifik yang berdampak terhadap kesulitan dalam menyampaikan hal yang ada dalam pikiran dalam tulisan, yang akhirnya menyebabkan tulisannya menjadi buruk” (Muhammad, 2008:137). Ada tiga jenis pelajaran menulis, yaitu menulis permulaan, mengeja atau dikte, dan menulis ekspresif. Kegunaan kemampuan menulis bagi seorang siswa adalah untuk menyalin, mencatat,dan mengerjakan sebagian besar tugas sekolah. Oleh karena itu,kesulitan belajar menulis hendaknya didekteksi dan ditangani sejak dini agar tidak menimbulkan kesulitan bagi anak dalam mempelajari berbagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.
    • Kesulitan Belajar Berhitung (Diskalkulia)
    • Kesulitan belajar berhitung disebut juga diskalkulia. Diskalkulia adalah “masalah yang memberi dampak terhadap operasi penghitungan dalam matematika” (Muhammad, 2008:137). Kesulitan belajar berhitung yang berat disebut akalkulia. Ada tiga elemen belajar berhitung yang harus dikuasai oleh anak. Ketiga elemen tersebut adalah konsep, komputasi,dan pemecahan masalah. Seperti halnya bahasa, berhitung merupakan bagian dari matematika yang merupakan sarana berpikir keilmuan. Oleh karena itu, kesulitan belajar bahasa,kesulitan berhitung hendaknya dideteksi dan ditangani dini agar tidak menimbulkan kesulitan bagi anak dalam mempelajari berbagai mata pelajaran lain disekolah.

Reaksi :
Blok kemudian tekan tombol Ctrl dan huruf C pada keyboard secara bersamaan untuk copy artikel di atas. Bagi pengguna Google Chrome bisa menyimpan halaman ini dalam bentuk *pdf melalui tombol print/save di atas.! Bagi yang mau repost ulang harap untuk mencantumkan tautan/sumber!..

Jika Anda menyukai , Share melalui social media di atas (satu suka dari anda sangat berarti bagi kami. Tuliskan kritik dan saran anda pada form komentar di bawah! Ketikan email dan klik subcribe untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Info [K-Moe].

Artikel relevan lainnya
Beri Komentar