Pengertian, Definisi dan Istilah Anak Tunagrahita Ringan

Pengertian Anak Tunagrahita Ringan
Pengertian Anak Tunagrahita Ringan

Pengertian Anak Tunagrahita Ringan

Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan fungsi kecerdasan intelektual dan adaptasi sosial yang terjadi pada masa perkembangannya. Tunagrahitaterdiri dari berbagai klasifikasi salah satunya adalah Anak tunagrahita ringan. Ditinjau dari segi IQ anak tunagrahita ringan memiliki IQ sekitar 50 sampai 70. Moh. Amin (1995:22) mengemukakan bahwa: “Anak tunagrahita ringan adalah "mereka yang kecerdasan dan adaptasi sosialnya terlambat, namun mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam bidang akademik, penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja.”

Penyebab Ketunagrahitaan

anak tunagrahita ringan dikategorikan paling tinggi kecerdasannya. Pengertian anak tunagrahita ringan menurut Krik dan Gallagher (1986:96) yang diterjemahkan oleh Amin dan Kusumah (1990:69) istilah anak tunagrahita ringan adalah :
Seseorang tunagrahita ringan disebabkan karena perkembangan mentalnya lambat, tetapi masih mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam tiga hal: 1) Kemampuan untuk mempelajari bidang pelajaran akademik pada tingkat dasar dan menengah. 2) Kemampuan dalam menyelesaikan masalah sosial supaya anak dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat. 3) Kemampuan dalam bekerja agar anak secara sabagian atau menyeluruh dapat berdiri sendiri seperti pada anak dewasa.

Istilah-istilah Tunagrahita

Istilah tunagrahita sering disebut juga dengan retardasi mental atau hambatan mental (mentally handicap). Maria J. Wantah (2007: 9), menjelaskan tunagrahita ringan dengan istilah tunagrahita mampu didik memiliki kemampuan IQ 50-70. Sementara itu Mohammad Efendi (2006: 90) mengemukakan siswa tunagrahita ringan adalah siswa tunagrahita yang tidak mampu mengikuti program pendidikan di sekolah regular, namun memiliki kemampuan yang masih dapat dikembnagkan melului pendidikan meskipun hasilnya tidak maksimal.

Menurut Tin Suharmini (2007: 70), siswa tunagrahita ringan dapat diajar akademik kira-kira sampai kelas 4-5 dan 6. Kelas tersebut setara dengan sekolah dasar (SD). A. Salim Choiri dan Ravik Karsidi dalam Sugiyartun (2009: 30) menyatakan siswa tunagrahita ringan adalah siswa di mana perkembangan mental tidak berlangsung secara normal, sebagai akibatnya terdapat ketidakmampuan dalam bidang intelektual, kemauan, rasa, penyesuaian sosial dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel