Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran

Info [K-moe] - Teori konstruktivisme dalam pembelajaran lebih memberikan tempat kepada siswa/subjek didik dalam proses pembelajaran daripada guru atau instruktur. Teori Konstruktivisme berpandangan bahwa siswa yang berinteraksi dengan berbagai peristiwa sehingga mereka memperoleh dan memahami pola-pola penanganan terhadap objek dan peristiwa tersebut. Dengan demikian, siswa sesungguhnya membangun konseptualisasi dan pemecahan masalah mereka sendiri. Oleh karena itu kemandirian dan kemampuan berinisiatif dalam proses pembelajaran sangat didorong untuk dikembangkan. 

Para ahli konstruktivisme memandang belajar sebagai hasil dari konstruksi mental. Para siswa belajar dengan cara mencocokkan informasi baru yang mereka peroleh bersama-sama dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa akan dapat belajar dengan baik jika mereka mampu mengaktifkan konsturk pemahaman mereka sendiri.


Ciri-ciri Pembelajaran Konstruktivisme

  1. Menekankan pada proses belajar, bukan proses mengajar.
  2. Mendorong terjadinya kemandirian dan inisiatif belajara pada siswa.
  3. Memandang siswa sebagai pencipta kemauan dan tujuan yang ingin dicapai.
  4. Berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses, bukan menekan pada hasil.
  5. Mendorong siswa untuk mampu melakukan penyelidikan.
  6. Menghargai peranan pengalaman kritis dalam belajar.
  7. Mendorong berkembangnya rasa ingin tahu secara alami pada siswa.
  8. Penilaian belajar lebih menekankan pada kinerja dan pemahaman siswa.
  9. Mendasarkan proses belajar pada prinsip-prinsip teori kognitif.
  10. Memberikan kesempatan keapda siswa utnuk membangun pengetahuan dan pemahaman baru yang didasarkan pada pengalaman nyata.

0 Response to "Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel