Aliran-Aliran Klasik dalam Pendidikan

Info [K-moe] - Manusia merupakan makhluk yang misterius. Para pakar memiliki pandangan yang berbeda dalam meninjau perilaku manusia. Sehubungan dengan kajian tentang aliran-aliran pendidikan, perbedaan pandangan itu berpangkal pada perbedaan pandangan tentang perkembangan manusia itu. Terdapat perbedaan penekanan di dalam sesuatu teori kepribadian tertentu tentang faktor manakah yang paling berpengaruh dalam perkembangan kepribadian manusia. Teori-teori dari Stategi Disposisional, tertutama yang berdasar pada pandangan biologis (konstitusional) dari Kretschmer dan Sheldon, memberikan tekanan pada pengaruh faktor hereditas, sedang teori-teori dari Strategi Behavioral dan Strategi Phenomenologis menekankan faktor berlajar. Kedua strategi tersebut, meskipun keduanya menekankan faktor belajar tetapi mengemukakan pandangan yang berbeda tentang bagaimana proses belajar itu terjadi, akibat dari perbedaan pandangan tentang hakikat manusia. Staregi behavioral memandang manusia terutama sebagai makhluk pasif yang tergantung pada pengaruh lingkungannya. Sedangkan Strategi Phenomenologis memandang manusia sebagai makhluk aktif yang mampu beraksi dan melakukan pilihan-pilihan sendiri.

Perbedaan pandangan tentang faktor dominan dalam perkembangan manusia tersebut menjadi dasar perbedaan pandangan tentang peran pendidikan terhadap manusia, mulai dari yang paling pesimis sampai yang paling optimis. Aliran-aliran itu pada umumnya mengemukakan satu faktor dominan tertentu saja, dan dengan demikian, suatu aliran dalam pendidikan akan mengajukan gagasan untuk mengoptimalkan faktor tersebut untuk mengembangkan manusia. Aliran-aliran tersebut antara lain :

  1. Aliran Empirisme
  2. Aliran Nativisme
  3. Aliran Naturalisme
  4. Aliran Konvergensi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel