Cerita Guru Non PNS


Seorang  Guru memiliki peran penting dalam dunia pendidikan di Indonesia tidak terkecuali guru non PNS. Baik itu guru PNS atau juga guru non PNS sama-sama memiliki tugas, beban yang sama yaitu mendidik generasi muda Indonesia.

Kenyataannya meskipun mereka memiliki fungsi, tugas, dan beban kerja yang sama terjadi kesenjangan ekonomi yang cukup jauh terutama terjadi di daerah. Contohnya saat ini di Provinsi Jawa Barat Khususnya di Kabupaten Ciamis rata-rata digaji rata-rata 100-200 ribu rupiah perbulan bahkan ada juga sekolah yang sama sekali tidak menggaji mereka, tetapi memiliki beban kerja yang sama bahkan banyak yang lebih karena sering jadi diberi tugas inilah tugas itulah. Apakah pantas jerih payah mereka dihargai sekecil itu.

Saat ini mungkin ada tunjangan sertifikasi, dan tunjangan fungsional, tetapi apakah mereka semua mendapatkannya? tentu saja tidak, karena terbentur kuota yang terbatas, persyaratan administrasi seperti SK awal kurang dari tahun 2005, dan lain sebagainya menjadi kendala kenapa tidak semua mendapatkan tunjangan-tunjangan tersebut. Selain jaminan dari segi ekonomi, mereka juga membutuhkan jaminan kesehatan, jaminan asuransi, dll untuk kelangsungan hidup mereka. Untuk di daerah Provinsi Jawa Barat, saat ini khususnya di Bidang Pendidikan Luar Biasa, Gubernur Jawa Barat menunjukkan kepeduliannya dengan menggulirkan tunjangan Insentif walaupun pada kenyataannya masih jauh dari harapan karena lagi-lagi kuota yang terbatas dan tidak semua mendapatkannya.
Kesimpulan
Guru Honorer membutuhkan jaminan ekonomi, jaminan sosial, jaminan kesehatan seperti layaknya pegawai lainnya, dan juga berharap untuk segera diangkat menjadi PNS mengingat bahwa kenyataannya banyak tenaga honorer yang masa kerjanya lebih dari 5 tahun ke atas.

2 Responses to "Cerita Guru Non PNS"

  1. hehhe sip gan makasih artikel nya mantap o/

    BalasHapus
  2. itu memang sudah sebuah keharusan :)

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel