54 Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli dan Sejarah Perkembangan Ilmu Terlengkap

Pengertian Ilmu - Setiap manusia dilahirkan memiliki ilmu yang nantinya ilmu tersebut akan menjadikan manusia tersebut memiliki akal dan angan. Secara etimologi, Ilmu berasal dari kata bahasa Arab yakni “ilm”, bahasa Inggris, “science” maupun bahasa latin “Scientia” yang mengandung kata kerja scire yang berarti tahu ataupun mengetahui.

Secara umum, ilmu adalah pengetahuan tentang fakta baik yang bersifat alami ataupun sosial yang berlaku umum dan sistematis maupun pengetahuan yang sudah di atur menurut urutan dan arti sera menyeluruh dan sistematis.

Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli dan Sejarah Perkembangan Ilmu Terlengkap

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode tertentu yang bisa dipakai untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan maupun keahlian tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin dan lain sebagainya.

Ilmu juga memiliki sejarah yang perkembangan yang sangat panjang, menurut regu Dosen Filsafat Ilmu (2001: 63), menuturkan “Perkembangan ilmu pengetahuan hingga sekarang tidaklah berlangsung secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap, melainkan melalui proses bertahap dan evolutif”.

Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli

Beberap para ahli dalam bidang ilmu telah memberikan pemahamannya terkait ilmu yang di jelaskan dalam teorinya secara umum untuk mendeskripsikan pengertian ilmu seperti di bawah ini:

1. NS. Asmadi
Menurut NS. Asmadi, ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahuai melalui penyeledikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah)

2. dokter. H. m. Gade
Menurut dokter. H. m. Gade, ilmu falsafah yakni hasil pemikiran tentang batas-batas mungkin saja pengetahuan manusia.

3. Popper
Menurut Popper, ilmu merupakan tetap dalam semuanya dan hanya mungkin direorganisasi.

4. Minto Rahayu
Menurut Minto Rahayu, ilmu merupakan pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum.

5. Harold H. titus
Menurut Harold H. titus, ilmu diartikan sebagai common science yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda maupun peristiwa-peristiwa dengan memakai metode-metode observasi yang cermat dan kritis.

6. dokter. H. Ali As’ad
Menurut dokter. H. Ali As’ad, ilmu merupakan suatu watak yang kalau dimiliki seseorang maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya.

7. profesor. dokter. A. Baiquni
Menurut profesor. dokter. A. Baiquni, Science adalah general consensus dari masyarakat yang terdiri dari para scientist.

8. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag Menurut Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, Ilmu merupakan yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke-empatnya serentak.

9 J. Haberer 1972
Menurut J. Haberer, Ilmu merupakan suatu hasil aktifitas manusia yang adalah kumpulan teori, metode dan praktek dan menjadi pranata dalam masyarakat.

10. D. Bernal 1977
Menurut D. Bernal, Ilmu merupakan suatu pranata maupun metode yang membentuk keyakinan mengenai alam semesta dan manusia.

11. E. Cantote 1977
Menurut E. Cantote Ilmu merupakan suatu hasil aktifitas manusia yang memiliki arti dan metode. 1977 -1992

12. Nazir
Menurut Nazir, ilmu merupakan pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari mana bisa disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum.

13. Shapere
Menurut Shapere, pada dasarkan konsep ilmu mencakup 3 hal yakni adanya rasionalitasm bisa digeneralisasi dan bisa disistematisasi.

14. Schulz
Menurut Schulz, Pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dengan kenyataan sosial

15. John g. Kemeny
Menurut John g. Kemeny, ilmu adalah semua pengetahuan yang dikumpulkan dengan metode ilmiah sebagai prosedur.

16. The Liang Gie
Menurut The Liang Gie, ilmu adalah rentetan aktifitas manusia yang rasional dan kognitif dengan metode berbentuk aneka prosedur dan susunan langkah oleh karena itu akan menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai tanda-tanda kealaman, kemasyarakatan maupun keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh uraian dan memberikan uraian maupun melaksanakan penerapan.

17. dokter. Maurice Bucaille
Menurut dokter. Maurice Bucaille, ilmu merupakan kunci untuk mengatakan seluruh hal dalam bentuk apapun, baik dalam jangka waktu yang lama ataupun jangka pendek.

18. Harsojo
Menurut Harsojo, ilmu merupakan sekumpulan penumpukan pengetahuan yang disistematiskan.

19. Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag
Menurut Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag, ilmu merupakan sesuatu yang empiris, rasional (bisa diterima ide), umum & sistematik, dan dari keempat aspek tersebut berlangsung secara serentak

20. profesor. dokter Syed Naquib Alattas
Menurut profesor. dokter Syed Naquib Alattas, ilmu merupakan ketibaan arti dalam diri seseorang yang bisa berdampak perubahan berdasarkan ilmu yang dicapai maupun diperoleh.

21. Mohammad Hatta
Menurut Mohammad Hatta, ilmu merupakan sebuah pengetahuan yang tertib mengenai pekerjaan hukum secara kausal dalam suatu golongan permasalahan yang sama tabiatnya, ataupun menurut kedudukannya yang nampak dari luar, ataupun dari dalam.

22. Izuddin Taufiq
Menurut Izuddin Taufiq, ilmu adalah penelusuran informasi maupun data melalui sebuah pengamatan, pengkajian & eksperimen, yang bertujuan untuk menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya.

23. Karl Pearson
Menurut Karl Pearson, ilmu merupakan keterangan yang normal & komprehensif tentang suatu fakta dari pengalaman dengan istilah yang sederhana.

24. Ashely Montagu
Menurut Ashely Montagu, ilmu merupakan pengetahuan dalam satu sistem yang berasal dari studi, pengamatan juga percobaan untuk menentukan dasar prinsip tentang suatu hal yang sedang dikaji.

25 John g. Kemeny
Menurut John g. Kemeny. ilmu yakni seluruh pengetahuan yang dikumpulkan dengan memakai metode ilmiah dan adalah hasil dari sebuah proses yang dibuat dengan memakai metode tersebut.

26. Thomas Kuhn

Menurut Thomas Kuhn, ilmu adalah himpunan aktivitas yang bisa menghasilkan banyak penemuan, baik dalam bentuk penolakan ataupun pengembangannya.

27. Poespoprodjo
Menurut Poespoprodjo, ilmu adalah sebuah proses perbaikan diri secara berkesinambungan yang terdiri dari perkembangan teori & uji empiris.

28. Afanasyef
Afanasyef merupakan seorang pemikir Marxist dari Rusia yang menjelaskan tentang ilmu, dimana ilmu adalah pengetahuan manusia tentang alam, benak dan masyarakat. dia mencerminkan alam & bermacam konsep, jenis & hukum-hukum, yang mana ketetapan & kebenarannya diuji oleh pengalaman praktis.

Periode dan zaman Perkembangan Ilmu

Dalam tiap periode sejarah perkembangan ilmu pengetahuan memiliki ciri khas dan karakteristik tertentu, serta pembagian periode terdapat perbedaan dan jumlahnya. Karena itu, berikut ini secara mudah akan dilakukan pembagian maupun klasifikasi secara garis besar dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan berdasarkan dari masing-masing periode, tokoh mempengaruhi dan karya-karya mereka.

Berikut ini merupakan cerminan dari perkembangan ilmu dari zaman pra Yunani Kuno hingga zaman kontemporer yang bisa dilihat dari kaca mata periodisasinya, tokoh dan karya-karyanya.

Zaman Pra Yunani Kuno

Sejarah ilmu pengetahuan zaman pra yunani kuno memiliki 3 fase, yakni zaman batu tua, zaman batu muda dan zaman logam.

Zaman Batu Tua
zaman Batu Tua berlangsung sepanjang 4 juta tahun sebelum masehi sampai 20. 000/10. 000 SM. zaman ini memiliki beberapa ciri khas, seperti memakai alat-alat sederhana dari batu dan tulang, mengenal cocok halaman dan beternak, dan dalam kehidupan tiap hari. Hal ini didasari dengan pengamatan primitif memakai sistem “trial and error” (mencoba-coba dan salah) setelah itu bisa berkembang menjadi “know how“. Pada zaman ini yang menjadi tokoh utama disebut dengan manusia purba. Namun, secara tertentu data diri mereka belum ditemui, tetapi kelihatan jelas hasil karya mereka seperti perlengkapan yang dibuat dari batu dan tulang.

Zaman Batu Muda
zaman Batu Muda berlangsung dari 10. 000 SM hingga 2000 SM atay abad 100 hingga abad 20 SM. zaman ini telah banyak perkembangan yang signifikan, seperti kemampuan menulis yang dinyatakan dengan gambat dan symbol ataupun lambang, kemampuan membaca (bermula dari bunyi ataupun suku kata tertentu), dan kemampuan berhitung. Pada zaman ini juga berkembangan permasalahan perbintangan, perdagangan, hukum, hingga matematika.

Pada zaman batu muda sudah terdapat kerajaan-kerajaan besar yang ikut andil dalam sejarah, seperti kerajaan Mesir, Babylon, Sumeria, Niniveh, India, dan Cina. Karya yang tinggalkan dari zaman batu muda berbentuk batu Rosetta (Hieroglip), segitiga dengan unit 3, 4, 5 (segitiga siku-siku), nilai logam sebagai nilai ganti, perundangan yang ditulis, lukisan di bilik gua, tulisan Kanji (Pistographic Writing), dan zodiac (Salam, 2004: 30-34).

Zaman Logam
zaman Logam berlangsung dari abad 20 SM hingga abad 6 SM. Pada zaman ini konsumsi logam sebagai bumbu perlengkapan tiap hari, seperti perlengkapan masak, perhiasan, hingga perlengkapan perang.

Pada zaman logam didominasi oleh kerajaan Mesir, namun kerajaan cina dan sumeria juga ikut berfungsi. Karya pada masa ini didominasi dengan alat-alat yang dibuat dari besi dan perungu. tidak hanya itu senu membuat arca juga menjadi karya yang fenomenal pada masanya. Seperti karya arca istrei fir’aun (Neferitti).

Zaman Yunani Kuno

Zaman yunani Kuno berlangsung dari abad 6 SM hingga sekitar abad 6M. Pada zaman memakai sikap “an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis) ”, dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap “receptive attitude mind (sikap menerima segitu saja) ”. oleh karena itu pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur.

Zaman keemasan ataupun puncak kejayaan Yunani dibawah pimpinan Iskandar Agung tahun 356 – 323 SM dari Macedonia yang adalah salah seorang murid dari Aristoteles.

Pada abad ke-0 m, perkembangan ilmu mulai mendapat hambatan yang dikarenakan dengan kelahiran kristen. sebaliknya pada abad pertama sampai abad ke-2M mulai ada pembagian wilayah perkembangan ilmu.

Wilayah pertama berpusat di Athena yang difokuskan untuk bidang kemampuan intelektual. Wilayah kedua berpusat di Alexandria yang fokus pada bidang empiris. Namun, sesudah Alexandria dikuasi oleh Roma yang tertarik pada hal-hal abstrak, pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi ilmu pengetahuan betul-betul beku. Menurut Hull dalam buku karangan Salam (2004: 52), menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan oleh 3 pokok penting yakni:

1. Penguasa Roma yang menekan kebebasan berpikir
2. Ajaran Kristen yang tidak boleh disangkal
3. Kerjasama gereja dengan penguasa sebagai otoritas kebenaran.

walaupun demikian, pada abad ke-2 Masehi sempat ada Galen (bidang kedokteran) dan tokoh aljabar, Pappus dan Diopanthus yang berfungsi dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Pada zaman Yunani Kuno Menurut Burhanuddin Salam (2004), m. Thoyibi (1997), serta regu Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001), ada banyak bermunculan ilmuwan-ilmuwan terkemuka yang popular hingga masa ini, seperti:

1. Thales (624-545 SM) dari Miletos, Yunani (sekarang bagian dari Turki) merupakan filsuf pertama sebelum masa Sokrates. Menurutnya, zat utama yang menjadi dasar seluruh materi merupakan air. Pada masanya ia menjadi filusuf yang mempertanyakan isi dasar alam.

2. Pythagoras (582 SM – 496 SM) merupakan seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling populer melalui Teoremanya. Salah satu aset Phytagoras yang populer merupakan teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku- siku merupakan sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).

3. Socrates (470 SM – 399 SM) merupakan filsuf dari Athena, Yunani, merupakan salah satu filsuf tradisi filosofis Barat yang paling penting. Ia diketahui berkat pemikirannya yang ditulis oleh muridnya yakni Plato. Salah satu catatan yang populer merupakan Dialogue, yang isinya berbentuk obrolan antara 2 orang laki-laki tentang bermacam topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan ikatan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya. sebaliknya Sokrates sendiri memiliki metode sendiri yang diketahui dengan “Maieutike Tekhne” yang adalah metode dialetika untuk melahirkan kebenaran.

4. Aristoteles (384 SM-322 SM) merupakan seorang filsuf Yunani yang memberikan kontribusi dibidang Metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu Kedokteran, dan Ilmu Alam. Dari semuanya kontribusi yang diberikan Aristoteles bisa dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat mempengaruhi pada pemikiran barat dan pemikiran keagaman lain pada biasanya.

5. Plato (427 SM-347SM) merupakan guru dari Aristoteles dengan karyanya yang paling populer merupakan Republik (Politeia), ia menguraikan garis besar pemikirannya pada keadaan “ideal”. Sumbangsih Plato yang terutama tentu saja merupakan ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini tiada lain hanyalah refleksi ataupun bayangan daripada dunia sempurna. Di dunia sempurna seluruhnya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada beberapa barang kasar yang bisa disentuh saja, namun juga mengenai konsep-konsep angan, hasil buah intelektual.
zaman Pertengahan

Zaman pertengahan berlangsung pada abad 6M-14M, zaman ini juga disebut denan zaman kegelapan (The Dark Ages) yang diisyarati dengan banyaknya para Theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Pada zaman ini filsafat kerap diketahui dengan sebagai “Anchilla Theologiae (Pengabdi Agama) ”. tidak hanya itu, yang menjadi ciri khas pada masa ini merupakan dipakainya karya-karya Aristoteles dan Kitab Suci sebagai pegangan.

Saat bangsa Eropa mengalami masa kegelapan, kebangkitan malah menjadi milik Islam. Hal ini diawali dengan timbulnya Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6M, perluasan wilayah, pembinaan hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan ilmu pengetahuan Islam pada abad ke-7 m sampai abad ke-12 m. Pada masa ini Islam mandapatkan masa keemasannya (Golden Age).

Pada abad pertengahan juga berlangsung perkembangan kebudayaan di Asia Selatan dan Timur seperti ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius (konsep kode etik luhur mangatur akal sehat).

Zaman pertengahan ini ilmu pengetahuan di Eropa tidak berkembang, dan karya ilmuwan yang masih menjadi pegangan hanya karya aristoteles. Menurut Salam (2004), pada abad 12 m, yang diklaim sebagai awal mula zaman Renaissance telah muncul beberapa nama yang mempelopori di bidang ilmu dan eksperimen, yakni:

1. Roger Bacon (1214 m – 1294 m) merupakan seorang filsuf Inggris yang diketahui dengan Doctor Mirabilis (guru yang sangat luar biasa). Teorinya menyatakan bahwa apa yang menjadi landasan awal dan ujian akhir dari semua ilmu pengetahuan merupakan pengalaman, dan ketentuan mutlak untuk mengolah pengetahuan merupakan dengan matematika. oleh karena itu ia diketahui sebagai pelopor empirisme

2. Thomas Aquinas (1225 m –1274 m) merupakan seorang filsuf dan ahli teologi dari Italia, yang populer karena bisa membuat sintesis dari fisafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen.

3. Gerard van Cremona (1114 m –1187 m) merupakan seorang penerjemah Arab karya ilmiah, ia menerjemahkan sekitar 70 bahasa Arab dan karya-karya klasik Yunani ke dalam bahasa Latin termasuk karya Euclidius, Al-Farabi, Al-Farghani dan karya-karya lain.

4. Giovanni Boccaccio (1313 m – 1375 m) merupakan seorang Italia penulis dan penyair. Karya yang dihasilkan dalam periode ini meliputi Filostrato dan Teseida, Filocolo, sebuah tipe prosa yang ada roman Prancis, dan La Caccia di Diana, sebuah puisi dalam catatan sajak oktaf neapolitan wanita.

Sepanjang Eropa mengalami masa kegelapan, pada bagian sebeleh selatan Laut tengah berkembang kerajaan Bangsa Arab yang dipengaruhi dengan Islam, oleh karena itu semakin banyak pula tokoh-tokoh dan ilmuan Islam yang berfungsi dalam perkembangan ilmu.

Berdasarkan buku Sejarah Filsafat Ilmu & Teknologi karangan Burhanuddin Salam (2004), buku Filsafat Ilmu dan Perkembangannya karangan m. Thoyibi (1997), serta buku Filsafat Ilmu yang disusun oleh regu Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001), disebutkan beberapa tokoh ilmuwan muslim yang mempengaruhi bagi sejarah perkembangan ilmu. Mereka merupakan sebagai berikut:

5. Al-Farabi (870 m – 950 m) merupakan seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia Islam. Ia berkontribusi di bermacam bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, terlebih lagi musik.

6. Al-Khawarizmi (780 m – 850 m), ia memiliki hasil pemikiran yang berakibat besar pada matematika, yang terangkum dalam bukunya “al-jabar”. Karya yang lain merupakan al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan), Kitab tulisan al-ard (panorama alam Bumi). Karya tersebut masih tersimpan di Strassberg, Jerman

7. Al-Kindi (801 m – 873 m), merupakan filsuf pertama dari kalangan Islam. Ia menuliskan banyak karyanya dalam bidang geometri, astronomi, astrologi, aritmatika, musik (yang dibangunnya dari bermacam prinip aritmatis), fisika, kedokteran, psikologi, meteorologi, dan politik.

8. Al-Ghazali (1058 m – 1111 m) merupakan filsuf dan seorang theolog Persia yang diketahui sebagai Algazel di dunia Barat. Ia memiliki banyak karya berbentuk kitab Al-Munqidh min adh-Dhalal, Al-Iqtishad fi al-I’tiqad, Al-Risalah al-Qudsiyyah, Kitab al-Arba’in fi Ushul ad-Din, Mizan al-Amal, Ad-Durrah al-Fakhirah fi Kasyf Ulum al-Akhirah, Ihya Ulumuddin (Kebangkitan Ilmu-Ilmu Agama) adalah karyanya yang populer, Kimiya as-Sa’adah (Kimia Kebahagiaan), Misykah al-Anwar (The Niche of Lights), Maqasid al-Falasifah, Tahafut al-Falasifah (buku ini membahas kelemahan-kelemahan para filosof masa itu).

9. Ibnu Sina (980 m –1037 m) diketahui sebagai Avicenna di Dunia Barat, yakni seorang filsuf, ilmuwan dan juga dokter. ibu sina diketahui sebagai ayah Pengobatan Modern, karya yang adalah referensi di bidang kedokteran sepanjang berabad-abad. Karyanya merupakan The Book of Healing dan The Canon of Medicine, diketahui juga sebagai sebagai Al-Qanun fi At Tibb.

10. Ibnu Rusyd (1126 m – 1198 m) merupakan seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia) Karya Ibnu Rusyd meliputi pada bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume.

11. Ibnu Khaldun (1332 m – 1406 m) merupakan seorang sejarawan muslim dari Tunisia yang kerap disebut dengan ayah pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang populer merupakan Muqaddimah (Pendahuluan).

12. Jabir Ibnu Hayyan ataupun Gebert (721 m – 815 m). ia merupakan seorang tokoh Islam yang mempelajari dan menumbuhkan ilmu kimia.

13. Al-Razi (865 m – 925 m) merupakan seorang dokter terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satupenelitian Al-Kimi ataupun sekarang lebih populer disebut ilmu Kimia.

14. Ibnu Haitham diketahui dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, merupakan seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.

15. Al-Battani (850 m – 929 m) memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika. Dalam astronomi, Al-Battani juga menambah ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.

Tidak hanya tokoh diatas, masih ada banyak lagi ilmuan muslim yang lain seperti:

Dalam bilang ilmu fiqih ada Imam Hanafi (699M – 767 m), Imam Malik (712 m -798 m), Imam Syafi’i (767 m – 820 m) dan Imam Hanbali (780 m – 855 m) yang besar dengan kitab masing-masing.

Yaqut bin Abdullah al Hamawi (1179 m – 1229 m) yang mengarang kitab Mu’jam al-Buldan (Kamus negara).

Ibnu Yunis yang mencampurkan dokumen-dokumen riset yang dibuat 200 tahun sebelumnya dan mempersiapkan untuk tabel astronomi Hakimite.

Umar al-khayam diketahui dengan karya Kalender Jalali-nya yang sempurna dan dipakai Persia untuk penanggalan.

Cendekiawan seperti Will Durant dan Fielding H. Garrison, kimiawan Muslim dikira sebagai pendiri kimia. Abu Rayhan al-Biruni sebagai perintis indologi, geodesi dan antropologi.

Zaman Renaissance

Zaman Renaissance ini berlangsung dari abad 14M hingga 17M. zaman ini disebut sebagai zaman kebangkitan, peralihan, ataupun lahir kembali (rebirth), yakni dilahirkannya kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir. zaman ini juga disebut dengan peralihan dan kebangkitan saat kebudayaan abad tengah mulai berbeda menjadi kebudayaan yang modern, dan pemikiran yang terbebas dari dogma-dogma agama. Hal ini diisyarati dengan lahirnya penemuan-penemuan baru.

Masa ini juga muncul ilmuwan-ilmuwan baru yang menemukan teori dan konsep baru menjadi sejarah dalam perkembangan ilmu. Menurut Burhanuddin Salam (2004), m. Thoyibi (1997), dan regu Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001) sepakat dengan tokoh ilmuwan yang mempengaruhi pada masa ini, mereka merupakan:

1. Niklas Koppernigk ataupun Nicolaus Copernicus (1473 m – 1543 m) merupakan seorang astronom, matematikawan, dan ekonom yang berkebangsaan Polandia yang menumbuhkan teori heliosentrisme (berpusat di matahari).

2. Galileo Galilei (1564 m – 1642 m) merupakan seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Ia memiliki sumbangsih dalam keilmuan antara lain merupakan penyempurnaan teleskop (dengan 32x pembesaran) dan bermacam observasi astronomi seperti menemukan satelit alami Jupiter -Io, Europa, Ganymede, dan Callisto- pada 7 Januari 1610.

3. Tycho Brahe (1546 m – 1601 m) merupakan seorang bangsawan Denmark yang populer sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan. Tycho merupakan astronom pengamat paling menonjol di zaman pra-teleskop. Akurasi pengamatannya pada posisi bintang dan planet tak tertandingi pada zaman itu. Untuk penerbitan karyanya, Tycho memiliki mesin cetak dan pabrik kertas.

4. Johannes Kepler (1571 m – 1630 m), seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, ia merupakan seorang astronom Jerman, matematikawan dan astrolog. Ia paling diketahui melalui hukum gerakan planetnya. uraian Kepler tentang pembiasan cahaya tertuang dalam buku Supplement to Witelo, Expounding the Optical Part of Astronomy (Suplemen untuk Witelo, Menjabarkan Bagian Optik dari Astronomi).

5. Francis Bacon (1561 m – 1626 m) merupakan seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris. Karya-karyanya membangun dan mempopulerkan matodologi induksi untuk riset ilmiah, acapkali disebut metode Baconian ataupun, secara sederhana, metode ilmiah.

6. Andreas Vesalius (1514 m – 1564 m), ia merupakan ahli anatomi. Karyanya berbentuk buku De Humanis Corporis Fabrica (Pengerjaan Tubuh Manusia). Karyanya yang lain yakni Tabulae Anatomicae Sex. Karya ini menekankan keutamaan pembedahan dan memperkenalkan isilah pemikiran anatomis tubuh manusia. Maka dari itu, Vesalius disebut-sebut sebagai pemulai masa anatomi manusia modern. Vesalius juga meyakinkan bahwa tulang dada (sternum) terdiri dari 3 bagian. Ia juga juga menulis Radicis Chynae, sebuah teks pendek mengenai tumbuhan obat.
zaman Modern

Zaman modern telah terintis dari abad 15M, namun penanda yang nyata kelihatan jelas pada abad 17M dan berlangsung hingga 20M. Hal ini diisyarati dengan adanya penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet Iman Santoso, dalam buku yang disusun oleh regu Dosen Filsafat UGM (2017: 79), terdapat 3 pokok yang berdampak berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yakni ikatan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terbentuknya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan tumbangnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453.

Pada zaman modern ini juga terdapat ilmuwan-ilmuwan dalam bidang ilmiah. Eropa adalah basis perkembangan ilmu melahirkan ilmuwan yang terkenal. Menurut regu Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001: 79-83), tokoh yang menjadi pioner pada masa ini merupakan Rene Dekrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan J. J. Thompson. Berikut ini beberapa nama tokoh ilmuwan yang berkontribusi dalam perkembangan ilmu, antara lain:

Isaac Newton (1643 m – 1727 m) merupakan seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog. Ia juga disebut sebagai ayah fisika klasik.

René Descartes (1596 m – 1650 m), ia juga disebut dengan Renatus Cartesius merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Karya yang paling penting yakni Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). Descartes, kadangkala terpanggil “Penemu Filsafat Modern” dan “Bapak Matematika Modern”.

Charles Robert Darwin (1809 m – 1882 m) merupakan seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis generasi yang sama dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini saat ini dikira sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).

Joseph John Thomson (1856 m –1940 m)
ia merupakan seorang ilmuwan yang penelitiannya membuahkan penemuan elektron. Thomson mengetahui bahwa gas dapat menghantar listrik.
zaman Kontemporer

Zaman ini berawal dari abad 20M dan berlangsung hingga saat ini. zaman modern ini diisyarati dengan adanya teknologi-teknologi mutahir dan spesialis ilmu-ilmu yang semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati kedudukan paling besar dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini dikarenakan karena fisik ditatap sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.

Sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21 adalah hasil penemuan canggih di abad 20. Pada zaman ini, ilmuwan yang menonjol dan banyak dibicarakan merupakan fisikawan. Bidang fisika menjadi titik pusat perkembangan ilmu pada masa ini.

Itulah uraian materi mengenai Pengertian Ilmu Menurut Pendapat Para Ahli, tentu saja anda bisa memakai teori mana yang lebih sesuai dengan pendapat anda. Semoga bermanfaat untuk anda.

0 Response to "54 Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli dan Sejarah Perkembangan Ilmu Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel