Ijtihad : Pengertian, Tujuan, Syarat, Fungsi, Manfaat, Macam dan Tingkatan Ijtihad Terlengkap

Pengertian Ijtihad - Ijtihad adalah suatu usaha yang sungguh-sungguh yang sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja yang sudah berupaya mencari ilmu untuk memutuskan suatu masalah yang tidak dibahas dalam Al Quran ataupun hadis dengan ketentuan menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang. Namun pada perkembangan selanjutnya, diputuskan bahwa ijtihad hendaknya hanya dilakukan para ahli agama Islam.

Pengertian Ijtihad, Tujuan Ijtihad, Syarat Ijtihad, Fungsi Ijtihad, Manfaat Ijtihad, Macam-macam Ijtihad, Tingkatan Ijtihad

Tujuan ijtihad

yakni untuk penuhi keperluan umat manusia akan pegangan hidup dalam beribadah kepada Allah di suatu tempat tertentu ataupun pada suatu waktu tertentu.

Pengertian ijtihad menurut bahasa

bersungguh-sungguh dalam mencurahkan angan. sebaliknya pengertian ijtihad menurut istilah adalah mencurahkan seluruh tenaga dan pikiran dengan sungguh-sungguh dalam menetapkan hukum syariat. Jadi, Ijtihad bisa terjadi jika pekerjaan yang dilakukan terdapat unsur-unsur kesulitan.

Orang yang melaksanakan ijtihad disebut dengan mujtahid. Orang yang melaksanakan ijtihad (mujtahid) harus betul-betul orang yang taat dan memahami benar isi Al-Qur’an dan hadis.

Syarat-Syarat Menjadi Ijtihad (Mujtahid)

Adapun syarat menjadi mujtahid antara lain yakni:
  • mengetahui ayat dan sunnah yang berhubungan dengan hukum.
  • mengetahui masalah-masalah yang telah di ijma’kan oleh para ahlinya
  • mengetahui Nasikh dan Mansukh.
  • mengetahui bahasa arab dan ilmu-ilmunya dengan sempurna.
  • mengetahui ushul fiqh
  • mengetahui dengan jelas rahasia-rahasia tasyrie’ (Asrarusyayari’ah).
  • mengetahui kaidah-kaidah ushul fiqh
  • mengetahui seluk beluk qiyas.

Fungsi Ijtihad

Fungsi Ijtihad untuk mendapatkan penyelesaian hukum, apabila terdapat suatu masalah yang harus diterapkan hukumnya, namun tidak dijumpai pada Al-Qur’an dan Hadist.

walaupun Al-Quran sudah diturunkan secara sempurna dan lengkap, tidak berarti semua hal dalam kehidupan manusia diatur secara perinci oleh Al-Quran ataupun Al-Hadist. tidak hanya itu, ada perbedaan keadaan pada saat turunnya Al-Quran dengan kehidupan modern. oleh karena itu setiap saat masalah baru akan terus berkembang dan dibutuhkan aturan-aturan turunan dalam melakukan Ajaran Islam dalam kehidupan beragama tiap hari.

jika berlangsung perkara baru bagi kalangan umat Islam di suatu tempat tertentu ataupun di suatu masa waktu tertentu maka perkara tersebut dikaji apakah masalah yang dipersoalkan itu sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran ataupun Al Hadist. Sekiranya sudah ada maka perkara tersebut harus mengikuti ketentuan yang ada sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran ataupun Al-Hadits. tetapi jika perkara tersebut adalah masalah yang tidak jelas ataupun tidak ada ketentuannya dalam Al-Quran dan Al-Hadist, pada saat seperti itu maka umat Islam membutuhkan ketetapan Ijtihad. Akan namun yang berhak membuat Ijtihad adalah mereka yang mengerti dan paham Al Quran dan Al Hadist.

Manfaat Ijtihad

Adapun manfaat ijtihad, antara lain yakni:
  • bisa mengetahui hukumnya, dari setiap kasus baru yang dirasakan oleh umat muslim, oleh karena itu hukum islam selalu berkembang dan dapat menanggapi tantangan.
  • bisa menyesuaikan hukum berdasarkan perubahan zaman, waktu dan keadaan
  • Menetapkan fatwa terhadap permasalah-permasalah yang tidak terkait dengan halal ataupun haram.
  • bisa membantu umat muslim dalam menghapi masalah yang belum ada hukumnya secara islam.

Macam-Macam Ijtihad

Adapun jenis-jenis ijtihad, antara lain yakni:

Ijma (Kesepakatan)

Pengertian ijma adalah kesepakatan para ulama untuk menetapkan hukum agama berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist dalam masalah yang berlangsung. Hasil Ijma berbentuk Fatwa berbentuk keputuan yang diambil secara bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti oleh seluruh umat.

Qiyas

Pengertian qiyas adalah mencampurkan ataupun menyamakan maksudnya menetapkan hukum dalam suatu masalah baru yang belum pernah masa sebelumnya tetapi memiliki kesamaan seperti karena, manfaat, bahaya dan bermacam aspek dalam masalah sebelumnya oleh karena itu dihukumi sama. Ijma dan Qiyas adalah sifat darurat dimana ada yang belum ditetapkan sebelumnya.

Maslahah Mursalah

Pengertian Maslahah Mursalah adalah cara menetapkan hukum yang berdasarkan atas pertimbangan khasiat dan kegunaannya.

Sududz Dzariah

Pengertian sududz dzariah adalah memutuskan suatu yang mubah makruh ataupun haram demi kepentingan umat.

Istishab

Pengertian istishab adalah aksi dalam menetapkan suatu ketetapan sampai ada sebab yang mengubahnya.

Urf

Pengertian urf adalah aksi dalam menentukan masih bolehkah adat-istiadat dan kebebasan masyarakat setempat mampu berjalan sepanjang tidak berlawanan dengan ketentuan prinsipal Al-Qur’an dan Hadist.

Istihsan

Pengertian istihsan adalah aksi dengan meninggalkan satu hukum kepada hukum yang lain dikarenakan adanya suatu dalil syara’ yang mengharuskan untuk meninggalkannya.
Tingkatan-Tingkatan Ijtihad

adapun tingkatan-tingkatan Ijtihad, antara lain yakni:

Ijtihad Muthlaq

Ijtihad Muthlaq adalah aktivitas seorang mujtahid yang bersifat mandiri dalam berijtihad dan menemukan ‘illah-‘illah hukum dan ketentuan hukumnya dari nash Al-Qur’an dan sunnah, dengan menggunakan rumusan kaidah-kaidah dan tujuan-tujuan syara’, serta sesudah lebih dahulu mendalami perkara hukum, dengan dorongan disiplin-disiplin ilmu.

Ijtihad fi al-Madzhab

Ijtihad fi al-Madzhab adalah suatu aktivitas ijtihad yang dilakukan seorang ulama mengenai hukum syara’, dengan menggunakan metode istinbath hukum yang telah dirumuskan oleh imam mazhab, baik yang berkaitan dengan masalah-masalah hukum syara’ yang tidak terdapat dalam kitab imam mazhabnya, mempelajari pendapat paling kuat yang terdapat di dalam mazhab tersebut, ataupun untuk memfatwakan hukum yang dibutuhkan masyarakat. Secara lebih kecil, ijtihad fi al-Madzhab ini dikelompokkan menjadi 3 (3) tingkatan, antara lain yakni:
  • Ijtihad at-Takhrij, yakni aktivitas ijtihad yang dilakukan seorang mujtahid dalam mazhab tertentu untuk melahirkan hukum syara’ yang tidak terdapat dalam kumpulan hasil ijtihad imam mazhabnya, dengan berpegang kepada kaidah-kaidah ataupun rumusan-rumusan hukum imam mazhabnya. Pada tingkatan ini aktivitas ijtihad terbatas hanya pada masalah-masalah yang belum pernah difatwakan imam mazhabnya, atau yang belum pernah difatwakan oleh murid-murid imam mazhabnya.
  • Ijtihad at-Takhrij, yakni aktivitas ijtihad yang dilakukan untuk memilah pendapat yang dipandang lebih kuat di antara pendapat-pendapat imam mazhabnya, ataupun antara pendapat imam dan pendapat murid-murid imam mazhab, ataupun antara pendapat imam mazhabnya dan pendapat imam mazhab yang lain. aktivitas ulama pada tingkatan ini hanya melaksanakan pemilahan pendapat, dan tidak melaksanakan istinbath hukum syara’.
  • Ijtihad al-Futya, yakni aktivitas ijtihad dalam bentuk menguasai seluk-beluk pendapat hukum imam mazhab dan ulama mazhab yang dianutnya, dan memfatwakan pendapat tersebut kepada masyarakat. aktivitas yang dilakukan ulama pada tingkatan ini terbatas hanya pada memfatwakan pendapat hukum mazhab yang dianutnya, dan sama sekali tidak melaksanakan istinbath hukum dan tidak pula memilah pendapat yang ada di dalamnya.

Demikian uraian yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Ijtihad, Tujuan, ketentuan, Fungsi, Manfaat, ragam dan Tingkatan Ijtihad, Semoga bermanfaat.

0 Response to "Ijtihad : Pengertian, Tujuan, Syarat, Fungsi, Manfaat, Macam dan Tingkatan Ijtihad Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel