Pengertian Budaya Lokal, Konsep, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Budaya Lokal Menurut Para Ahli

Budaya lokal adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang serta dimiliki dan diakui oleh masyarakat suku bangsa setempat. Budaya lokal biasanya tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat suku atau daerah tertentu karena warisan turun-temurun yang dilestarikan. Budaya daerah ini akan muncul pada saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama, sehingga menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk-penduduk yang lain. Budaya daerah mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan-kerajaan terdahulu.

Pengertian Budaya Lokal, Konsep Budaya Lokal, Ciri-Ciri Budaya Lokal, Jenis-Jenis Budaya Lokal, Budaya Lokal, Contoh Budaya Lokal Menurut Para Ahli

Hal itu dapat dilihat dari cara hidup dan interaksi sosial yang dilakukan masing-masing masyarakat kerajaan di Indonesia yang berbeda satu sama lain.

Setiap suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mempunyai budaya yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Indonesia adalah salah satu negara dengan budaya lokal terkaya di dunia, karena Indonesia memiliki 200 hingga 250 suku bangsa dengan budaya yang berbeda-beda.

Pengertian Budaya Lokal

Budaya lokal (local wisdom) adalah perilaku positif manusia dalam berhubungan dengan alam dan lingkungan sekitarnya, dapat bersumber dari nilai-nilai agama, adat istiadat, petuah nenek-moyang, atau budaya setempat, yang terbangun secara alamiah dalam suatu komunitas masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Pengertian budaya lokal menurut para ahli

J.W. Ajawaila
Budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal.

Lehman, Himstreet, dan Batty
Budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri. Pengalaman hidup masyarakat saja sangatlah banyak dan variatif, termasuk di dalamnya bagaimana perilaku dan keyakinan atau kepercayaan masyarakat itu sendiri

Mofstede
Budaya diartikan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya. Dalam hal ini, bisa dikatan juga bahwa budaya adalah pemrograman kolektif yang menggambarkan suatu proses yang mengikat setiap orang segera setelah kita lahir di dunia

Bovee Dan Thill
Budaya adalah system sharing atas simbol – simbol, kepercayaan, sikap, nilai-nilai, harapan, dan norma-norma untuk berperilaku

Murphy Dan Hildebrandt
Budaya diartikan sebagai tipikal karakteristik perilaku dalam suatu kelompok. Pengertian in juga mengindikasikan bahwa komunikasi verbal dan non verbal dalam suatu kelompok juga merupakan tipikal dari kelompok tersebut dan cenderung unik atau berbeda dengan yang lainnya

Mitchel
Budaya merupakan seperangkat nilai-nilai inti, kepercayaan, standar , pengetahuan, moral hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu – individu dan masyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain.

Konsep Budaya Lokal

Kebudayaan diperoleh dari belajar
Kebudayaan yang ada dan dimiliki oleh manusia (masyarakat) bukan merupakan suatu yang sifatnya kodrati (budaya diturunkan tidak secara biologis atau pewarisan melalui unsure genetis atau keturunan), melainkan kebudayaan itu timbul dari buah pikir manusia. Manusia dikaruniai akal oleh Allah supaya manusia itu berfikir. Dengan adanya akal inilah yang nantinya dapat membedakan sebuah kebudayaan yaitu perilaku yang dasarnya dari buah akal pikiran (manusia) dan dasarnya dari insting (hewan).

Ketika manusia baru dilahirkan, semua tingkah laku manusia yang baru lahir tersebut digerakkan olen insting dan naluri. Insting atau naluri ini tidak termasuk dalam kebudayaan. Contohnya adalah kebutuhan akan makan. Makan adalah kebutuhan dasar tetapi tidak termasuk dalam kebudayaan. Tetapi kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum manusia makan seperti: apa yang akan dimakan, bagaimana cara mengolahnya, bagaimana memakan adalah bagian dari kebudayaan. Semua itu terwujud dan tercipta karena manusia itu belajar.

Suatu makhluk yang memiliki rasa social yang besar seperti yang tercermin dalam pasukan semut yang mereka selalu rajin, tolong menolong, dikerjakan bersama, mereka membagi pekerjaannya, membuat sarang dan mempunyai pasukan penyerbu yang semuanya dilakukan tanpa pernah diajari atau tanpa pernah meniru dari semut yang lain. Hal semacam itu bukan merupakan suatu kebudayaan, karena perilaku mereka didasarkan atas insting, yang sifatnya biologis dan diturunkan melalui keturunan atau bawaan sejak lahir (faktor genetik) dan ini sifatnya sudah kodrati.insting tidak dipelajari.

Kebudayaan milik bersama
Agar dapat dikatakan sebagai suatu kebudayaan, kebiasaan-kebiasaan seorang individu harus dimiliki bersama oleh suatu kelompok manusia. Para ahli Antropologi membatasi diri untuk berpendapat, suatu kelompok mempunyai kebudayaan jika para warganya secara bersama memiliki sejumlah pola-pola berpikir dan berkelakuan yang sama yang didapat melalui proses belajar. Dari sinilah nantinya akan muncul suatu kebersamaan dan menimbulkan suatu nilai-nilai dan kepercayaan yang mereka anggap itu baik dan mereka menyakininya.

Kebudayaan sebagai pola
Dalam setiap masyarakat, oleh anggotanya dikembangkan sejumlah pembatasan terhadap kebudayaan. Pembatasan itu dilakukan untuk membuat suatu nilai atau norma-norma yang nantinya akan dianggap sebagai sesuatu yang wajib yang harus diadakan dalam keadaan-keadaan tertentu.

Dilingkungan masyarakat sekitar kita sering mendapati sebagian orang tidak melakukan suatu ritual atau acara adat yang telah mereka sepakati, bila para anggota masyarakat selalu mematuhi dan mengikuti norma-norma yang ada pada masyarakatnya maka tidak akan ada apa yang disebut dengan pembatasan -pembatasan kebudayaan. Pembatasan kebudayaan ini dimaksudkan untuk membedakan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya sesuai dengan latar belakang masing-masing.

Dalam lingkup satu masyarakat pembatasan kebudayaan ini tidak terasa, karena semua anggota masyarakat berperilaku sesuai dengan norma-norma yang ada. Tetapi ketika orang itu pindah kedaerah lain (masyarakat lain) dia baru mengetahui pembatasan-pembatasan tersebut. Karena norma yang selama ini mereka yakini tidak berlaku lagi dimasyarakat yang baru ini.

Kebudayaan bersifat dinamis dan adaptif
Pada umumnya kebudayaan itu dikatakan bersifat adaptif, karena kebudayaan melengkapi manusia dengan cara-cara penyesuaian diri pada kebutuhan-kebutuhan fisiologis dari badan mereka, dan penyesuaian pada lingkungan yang bersifat fisik-geografis maupun pada lingkungan sosialnya. Banyak cara yang wajar dalam hubungan tertentu pada suatu kelompok masyarakat memberi kesan janggal pada kelompok masyarakat yang lain, tetapi jika dipandang dari hubungan masyarakat tersebut dengan lingkungannya, baru hubungan tersebut bisa dipahami. Misalnya, orang akan heran kenapa ada pantangan-pantangan pergaulan seks pada masyarakat tertentu pada kaum ibu sesudah melahirkan anaknya sampai anak tersebut mencapai usia tertentu. Bagi orang diluar kebudayaan tersebut, pantangan tersebut susah dimengerti, tetapi bagi masrakat pendukung kebudayaan yang melakukan pantangan-pantangan seperti itu, hal tersebut mungkin suatu cara menyesuaikan diri pada lingkungan fisik dimana mereka berada.

Konsep Budaya Lokal Menurut Para Ahli

Budaya lokal biasanya didefinisikan sebagai budaya asli dari suatu kelompok masyarakat tertentu.
  • Menurut J.W. Ajawaila, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Akan tetapi, tidak mudah untuk merumuskan atau mendefinisikan konsep budaya lokal.
  • Menurut Irwan Abdullah, definisi kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Misalnya, budaya Jawa yang merujuk pada suatu tradisi yang berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu, batas geografis telah dijadikan landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan lokal. Namun, dalam proses perubahan sosial budaya telah muncul kecenderungan mencairnya batas-batas fisik suatu kebudayaan. Hal itu dipengaruhi oleh faktor percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya lokal suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli.
  • Menurut Hildred Geertz dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di Indonesia saat ini terdapat lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa yang beriklim tropis hingga wilayah pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua yang bersalju. Perbedaan iklim dan kondisi geografis tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya lokal di Indonesia.

Ciri-Ciri Budaya Lokal

  • Terdapat kelembagaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat untuk koordinasi tindakan sosial. Lembaga ini berperan kuat dalam pembentukan orientasi perilaku sosial internal.
  • Kebutuhan setiap anggota masyarakat ditanggung bersama.
  • Hubungan dan interaksi sosial setiap anggota masyarakat sifatnya sangat personal dengan dilandaskan pada loyalitas tinggi kepada pimpinan kelompok masyarakat tertentu.
  • Ikatan hubungan sosial bis aterlihat dalam siat gotong royong dan tolong menolong yang kental dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kegiatan khas budaya lokal yaitu: kerja bakti, membangun rumah dengan gotong royong, panen bersama, dll.
  • Kolektifivitas sangat tinggi.
  • Rasa hormat terhadap yang lebih tua atau lebih tinggi derajatanya masi dipercaya dan melekat ke kepribadian tiap anggota masyarakat
  • Terbentuk dari hasil interaksi sosial antar individunya dan dilakukan secara terus menerus hingga menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan.
  • Budaya lokal sangat terpengaruh dengan wilayah atau letak geografis, kepercayaan, dan tingkat pendidikan suatu kelompok masyarakat.
  • Dilestarikan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
  • Muncul dan terjadi tanpa rencana atau kendali dari oknum-oknum tertentu.
  • Memiliki pantangan untuk tidak meninggalkannya.

Jenis-Jenis Budaya Lokal

Adapun jenis-jenis budaya bermacam-macam antara lain sebagai berkut :
  • Kesenian daerah. Terdiri dari terian daerah, lagu daerah dan alat musik daerah. Contohnya injit-injit semut, ampar-ampar pisang, tari merak, tari jaipong, angklung, kolintang, gamelan dan lain sebagainya.
  • Rumah adat. Yaitu bangunan yang khas di tiap-tiap daerah. Seperti rumah panjang di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, Joglo di Jawa tengah dan Jawa Timur dan lain-lain
  • Pakaian adat. Yaitu busana khas dari tiap daerah. Contohnya baju kurung dari Minangkabau, Baju Bodo dari Sulawesi Selatan dan lainnya
  • Tradisi. Yaitu kebiasaan atau adat di suatu daerah. Contohnya Ngaben suku Bali, Kasodo Suku Tengger, Rambu Solok Suku Toraja dan lainnya

Contoh Budaya Lokal

Diantara sekian banyak kebudayaan daerah yang dimiliki oleh suku sunda adalah sebagai berikut :

Pakaian Adat/Khas jawa Barat

Suku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasinal. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.

Kesenian Khas Jawa Barat

Wayang Golek
Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menapilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan golek yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung.

Jaipong
Jaipong merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya, serta diiringi musik tradisional Jawa Bart yang disebut Musik Jaipong.Jaipong ini biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan – gerakan khas tari jaipong.

Degung
Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasany dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya.Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya.

Rampak Gendang
Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.

Calung

Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung, calung ini adalah kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas. Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan

Pencak Silat
Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional.Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket. Pada umumnya kesenian pencaksilat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.

Sisingaan
Sisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah.

Kuda Lumping
Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang. Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.

Bajidora
Bajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern, cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional Jawa Barat seperti Gendang, Goong, Saron, Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglong serta Terompet. Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara pesta.

Cianjuran
Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi, lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu Mamaos yang artinya bernyanyi.

Kacapi Suling
Kacapi suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik tradisional yang hanya menggunakan Kacapi dan Suling. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.

Reog
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog, kesenian ini pada umumnya ditampilkan dengan bodoran, serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.

Demikian tadi uraian tentang artikel berjudul Pengertian Budaya Lokal, Konsep, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Budaya Lokal Menurut Para Ahli, semoga dapat bermanfaat.

0 Response to "Pengertian Budaya Lokal, Konsep, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Budaya Lokal Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel