Itikaf : Pengertian, Jenis, Waktu, Rukun, Syarat-Syarat, Niat Itikaf Terlengkap

Pada ulasan kali ini infokmoe.id akan menjelaskan tentang Itikaf. Dalam Wikipedia Itikaf bersumber dari bahasa Arab yang maksudnya menetap, mengurung diri atau terhalangi. Secara dalam artian ibadah dalam ajaran Islam adalah berdiam diri didalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Selain definisi itikaf, kami juga akan mengulas tentang jenis-jenis, waktu, rukun, syarat, dan niat itikaf. Untuk lebih jelasnya silakan anda simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Itikaf, Jenis Itikaf, Waktu Itikaf, Rukun Itikaf, Syarat-Syarat, Niat Itikaf

Pengertian Itikaf

Definisi itikaf selain dari Wikipedia diatas yakni berhenti atau diam di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, yang semata karena niat beribadah kepada Allah.

Itikaf bersifat sunnak dilakukan setiap waktu, namun yang sangat baik atau utama yakni dilakukan pada bulan Ramadhan.

Jenis-Jenis Itikaf

Adapun jenis-jenis itikaf antara lain yakni:

Itikaf Sunnat

Itikaf sunnat adalah itikaf yang dijalankan dengan sukarela semata untuk lebih dekat dan berharap memperoleh ridha Allah SWT, seperti itikaf 10 hari menjelasan habisnya puasa bulan Ramadhan.

Itikaf Wajib

Itikaf wajib adalah itikaf yang dilakukan karena memiliki nazar atau janji, seperti: Apabila Allah SWT menyembuhkan penyakit ku, maka aku akan beritikaf.

Waktu Itikaf

Pada dasarnya, waktu itikaf tergantung dari jenis itikaf yang akan dilakukan. Itikaf wajib tergantung terhadap berapa lama waktu yang dinazarkan. setelah itu untuk itikaf sunnat tidak ada batas waktu yang menentukan, kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya boleh lama atau singkat. Ya’la bin Ummayyah berkatas “Sesungguhnya aku berdiam satu jam di masjid tak lain hanya untuk beritikaf”.

Rukun Itikaf

Itikaf memiliki rukun yakni:

Niat

Berdiam di masjid (QS. Al-Baqarah: 187)

Beberapa ulama memperbolehkan melakukan itikaf pada setiap masjid yang dipakai untuk sholat berjamaah 5 waktu. Hal itu dilaksanakan untuk menghindari seringnya keluar masjid dan untuk menjaga jalannya shalat berjamaah setiap waktu.

Beberapa ulama lain, memberikan syarat agar itikaf dilaksanakan di masjid yang dipakai untuk shalat jum’at, menjadikan orang yang beritikaf tidak harus meninggalkan tempat itikafnya menuju masjid lain untuk shalat Jum’at.

Pendapat tersebut diperkuat oleh para ulama Syafi’iyah bahwa yang paling penting yakni itikaf di masjid Jami’, karena Rasulullah SAW itikaf di masjid Jami’. Lebih utama di tiga masjid, yakni Masjid Al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa.

Syarat-Syarat Itikaf

Orang yang akan beritikaf maka harus penuhi syarat-syarat antara lain yakni:
  • Muslim
  • Niat
  • Baligh/Berakal
  • Suci dari hadats (junub), haid dan nifas
  • Dilaksanakan di dalam masjid

sehingga bila bukan muslim, anak-anak yang belum dewasa, orang yang terganggun kewarasannya, orang yang dalam kondisi junub, perempuan yang dalam masa haid dan nifas tidak sah melakukan itikaf.

Doa Niat Itikaf



doa itikaf
Artinya: “Saya niat (melakukan) Itikaf di masjid, sunah karena Allah Ta’ala“


Hal Yang Diperbolehkan untuk Mutakif

Hal-hal yang dibolehkan dilakukan oleh mutakif atau orang yang sedang beritikaf antara lain yakni:
  • Keluar dari tempat itikaf untuk mengantar istri, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada istrinya Sofiyah Ra. (HR. Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubh dari kotoran atau bau badan.
  • Keluar untuk melakukan hajar yang harus dipenuhi, seperti buang air besar dan kecil, makan, minum (apabila tidak ada yang mengantar makanan), dan semua yang tidak mungkin dilakukan di masjid, namun harus lekas kembali seusai menyelesaikan keperluannya.
  • Makan, minum, dan tidur di masjid dengan selalu menjaga kesucian dan kebersihan masjid
  • Menemui tamu di masjid untuk sesuatu yang diperbolehkan agama.

Hal Yang Membatalkan Itikaf

Hal-hal yang bisa membatalkan itikaf antara lain yakni:
  • Meninggalkan masjid secara sengaja tanpa ada keperluan yang dikecualikan walaupun sebentar.
  • Murtad (keluar dari agama Islam)
  • hilang akal karena sakit jiwa atau mabuk
  • Haid atau nifas
  • Bersetubuh dengan istri, namun memegang tanpa syahwat tidak apa-apa seperti yang dilakukan Nabi dengan istri-istrinya.
  • berangkat shalat Jum’at (untuk mereka yang membolehkan itikaf di surau yang tidak dipakai untuk shalat).

Demikianlah telah dijelaskan tentang Pengertian Itikaf, jenis, Waktu, Rukun, Syarat-Syarat, Niat Terlengkap semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian.

0 Response to "Itikaf : Pengertian, Jenis, Waktu, Rukun, Syarat-Syarat, Niat Itikaf Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel