Pengertian Psikotropika, Ciri, Dampak, Pencegahan, Pengobatan dan Bahaya Psikotropika Lengkap

Pengertian Psikotropika - Apa itu Psikotropika? Kalian pasti belum mengetahui lebih jauh mengenai jenis obat satu ini. Jadi Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetik, bukan narkotika dan berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Pengertian Psikotropika, Ciri, Dampak, Pencegahan, Pengobatan dan Bahaya Psikotropika Lengkap

Psikotropika mengakibatkan turunnya kinerja otak atau merangsang susunan saraf pusat sehingga menimbulkan kelainan perilaku dan disertai dengan halusinasi, ilusi, gangguan berpikir, serta ketergangguan, pada akhirnya menyebabkan kematian bagi si pemakai.

Berikut ini adalah macam-macam Psikotropika, diantaranya:

Halusinogen

Merupakan obat yang dapat menimbulkan halusinasi, pengguna dapat melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata, seperti berkhayal. Contoh obat Halusinogen adalah Licercik Acid Dhietilamide (LAD), Psylocibine, Micraline, dan Mariyuana.

Depresan

Merupakan obat yang memberi efek seperti kerja system saraf berkurang, kesadaran menurun, dan mengantuk. Zat yang termasuk obat depresan antara lain alkohol, sedatin atau pil BK, Magadon, Valium, dan Mandrak (MX), Cannabis dan Barbiturat.

Stimulan

Merupakan obat yang memberikan rangsangan kepada saraf yang mengakibatkan pemakai lebih percaya diri . Contoh obat Stimulan antara lain kafein, kokain, ganja, dan amfetamin. Amfetamin biasanya terdapat pada pil ekstasi.

Ciri-ciri pemakai Psikotropika

  • Orang yang menggunakan zat-zat Psikotropika dapat dikenal dengan jelas melalui fisiknya, kegiatan sehari-hari yang berubah dari biasanya. Berikut adalah ciri-cirinya:
  • Badan terus melemas dan tidak bergairah, tidak ada tenaga untuk beraktivitas.
  • Muka terlihat pucat dan tubuhnya kurus.
  • Tubuh menggigil berat disertai dengan teriakan histeris.
  • Susah untuk berkonsentrasi atau fokus terhadap suatu hal.

Bahaya pemakaian Psikotropika          

Psikotropika membawa bahaya dan dampak bagi pemakainya, baik kesehatannya, ataupun lingkungannya. Akibat banyaknya aksi penyalahgunaan psikotropika, tingkat kriminalitas pun juga meningkat. Pemakai obat-obatan Psikotropika akan mengalami hidup sulit, hancur, serta mengalami gangguan kesehatan yang membuat masa depannya menjadi suram. Lingkungan sekitarnya pun tidak mau menerima si pemakai untuk berbaur didalam lingkungan itu sendiri. Mungkin karena takut membuat konsumen Psikotropika menyebar dengan luas.

Psikotropika menurut tujuan penggunaan dan tingkatan risiko ketergantungannya terbagi dalam 4 golongan, yaitu:
  • Golongan I, psikotropika yang hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta memiliki potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan.
  • Golongan II, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan dapat digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan.
  • Golongan III, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan banyak digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan.
  • Golongan IV, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan sangat luas digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan. Zat adiktif hampir semuanya termasuk ke dalam psikotropika, tetapi tidak semua psikotropika menimbulkan ketergantungan.
Berikut ini termasuk ke dalam golongan psikotropika, yaitu LSD (Lysergic Acid Diethylamide) dan amfetamin. Penyalahgunaan kedua golongan psikotropika ini telah menyebar luas di seluruh dunia.

LSD (Lysergic Acid Diethylamide)

LSD merupakan zat psikotropika yang dapat menimbulkan halusinasi (persepsi semu mengenai sesuatu benda yang sebenarnya tidak ada). Zat ini dipakai untuk membantu pengobatan bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa atau sakit ingatan. Zat ini bekerja dengan cara membuat otot-otot yang pada awalnya tegang menjadi rileks. Penyalahgunaan zat ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menderita frustasi dan ketegangan jiwa.

Amfetamin

Kita seringkali mendengar pemberitaan di media massa mengenai penjualan barang-barang terlarang, seperti ekstasi dan shabu. Ekstasi dan shabu adalah hasil sintesis dari zat kimia yang disebut amfetamin. Jadi, zat psikotropika, seperti ekstasi dan shabu tidak diperoleh dari tanaman melainkan hasil sintesis. Pemakaian zat-zat tersebut akan menimbulkan gejalagejala berikut: siaga, percaya diri, euphoria (perasaan gembira berlebihan), banyak bicara, tidak mudah lelah, tidak nafsu makan, berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan napas cepat. Jika overdosis akan menimbulkan gejala-gejala: jantung berdebar-debar, panik, mengamuk, paranoid (curiga berlebihan), tekanan darah naik, pendarahan otak, suhu tubuh tinggi, kejang, kerusakan pada ujung-ujung saraf, dan dapat mengakibatkan kematian. Jika sudah kecanduan, kemudian dihentikan akan menimbulkan gejala putus obat sebagai berikut: lesu, apatis, tidur berlebihan, depresi, dan mudah tersinggung.

Dampak negatif dari penggunaan obat Psikotropika

  • Kokain dapat menimbulkan rasa takut berlebihan dan depresi.
  • Pil ekstasi menimbulkan rasa lelah dan tenang.
  • Morfin menimbulkan rasa ngantuk, gangguan pernafasan, bahagia berlebih (eufhoria), dan kematian.
  • Barbiturat mengakibatkan mudah tertidur lelap dan menimbulkan kematian.
  • Berbagai zat narkotika seperti candu, heroin, dan ganja dapat menyebabkan saraf terganggu dan menimbulkan ketagihan pada akhirnya kematian.

Faktor yang memicu seseorang untuk menggunakan Psikotropika 

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang untuk terjun ke dunia terlarang ini, contohnya:
  • Faktor lingkungan, hidup yang salah bergaul, Hedonisme (hidup bersenang-senang), hidup kurang bergaul juga dapat memicu seseorang untuk memakai obat berbahaya ini.
  • Faktor dari dalam keluarga, ada masalah dalam kehidupan keluarganya yang menurutnya sudah tidak dapat dipecahkan lagi, broken home.
  • Faktor dari dalam dirinya sendiri, rasa ingin tahu, yang selanjutnya ingin coba-coba, labil, kegalauan, frustasi, stres berlebihan, kurangnya wawasan seseorang tentang obat Psikotropika ini.

Pengobatan bagi pemakai Psikotropika

  1. Periksa ke dokter dan mengkonsultasikan upaya untuk menghilangkan racun dari obat Psikotropika.
  2. Sikap peduli dan perhatian dari anggota keluarga, lingkungan, teman, dan sahabat dapat memberikan semangat untuk lepas dari ketergantungan akan zat Psikotropika.
  3. Melakukan kegiatan positif yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
  4. Aktif dalam kegiatan beragama.

Pencegahan terhadap ketergantungan obat Psikotropika

  1. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, rutin melakukan kegiatan beragama.
  2. Menjauhi zat Psikotropika dan tidak pernah akan mencobanya.
  3. Hilangkan rasa ingin tahu, ingin coba-coba.
  4. Tidak salah bergaul, terutama bergaul dengan pemakai bahkan pengedar zat Psikotropika.
  5. Menambah wawasan atau pengetahuan tentang apa itu zat Psikotropika, ikut penyuluhan dan seminar tentang narkotika agar dapat memproteksi diri sendiri dari penyalahgunaan psikotropika.
  6. Menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif

Demikian penjelasan mengenai Pengertian Psikotropika, Ciri, Dampak, Pencegahan, Pengobatan dan Bahaya Psikotropika, semoga dapat bermanfaat

0 Response to "Pengertian Psikotropika, Ciri, Dampak, Pencegahan, Pengobatan dan Bahaya Psikotropika Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel