Bentuk-Bentuk Akulturasi Masyarakat di Indonesia

Bentuk-Bentuk Akulturasi ~ Pada era globalisasi ini, akulturasi adalah proses sosial disosiatif yang tidak bisa dihindari. bermacam jenis budaya masuk dan berpadu dengan budaya lokal. Dari proses perpaduan dua budaya inilah timbul bentuk-bentuk perbedaan antara akulturasi dan asimilasi yang memiliki ciri khas dan juga perbedaan. Proses akulturasi yang memakan waktu lama, toleransi yang tinggi terhadap pendatang dan rasa saling menghormati satu sama lain membuat akulturasi semakin mudah.

bentuk bentuk akulturasi


Karena penerimaan akan sebuah kebudayaan asing berbeda-beda pada setiap kelompok masyarakat maka hasil akhirnya juga bisa berbeda-beda pula. semua tergantung dari letak geografis, tingkatan pendidikan, fanatisme wilayah dan toleransi yang tinggi. bila dilihat dari perbedaan akulturasi dan akomodasi yang terjadi, ada enam bentuk-bentuk akulturasi yang bisa terjadi pada masyarakat. Di bawah ini merupakan uraiannya singkat mengenai bentuk akulturasi yang harus anda simak.

Bentuk-Bentuk Akulturasi di Indonesia


Substitusi

Bentuk-bentuk akulturasi yang pertama ialah substitusi, dimana sebuah budaya baru yang muncul menggantikan budaya lama. walaupun peranannya sama, namun budaya baru hilang sama sekali. Contohnya ialah para petani modern saat ini lebih memilih memakai traktor daripada kerbau karena praktis dan tidak membutuhkan perawatan ekstra.

Sinkretisme

Bentuk-bentuk akultuasi yang kedua ialah sinkretisme, dimana sebuah budaya lama dipadukan dengan budaya pendatang dan menghasilkan budaya baru. Baik budaya lama ataupun budaya pendatang masih tampak jelas keberadaannya pada budaya baru ini. Contohnya ialah kebaya sebagai pakaian tradisional Indonesia, saat ini dirancang sedemikian rupa oleh karena itu menjadi gaun-gaun berkelas internasional. ataupun di Bandung kebaya didesain sesederhana dan sepraktis mungkin untuk digunakan menjadi seragam anak-anak sekolah.

Adisi

Adisi yakni dimana saat sebuah budaya baru menambah nilai lebih pada budaya lama. contohnya yaitu jika dahulu memakai sepeda perjalanan bisa berlangsung lama dan jarak tempuhnya juga terbatas maka saat ini bila memakai sepeda motor maka jarak tempuh bisa lebih jauh dan waktu yang dibutuhkan lebih singkat.

Dekulturasi

Bentuk akulturasi selanjutnya yaitu dekulturasi dimana budaya lama hilang dan digantikan oleh budaya baru. Contohnya ialah pakaian sehari-hari bangsa Indonesia, bila dulu penduduk Indonesia memakai jarik, kebaya, pangsi maka sejak datangnya bangsa Belanda pelan laun pakaian sehari-hari berubah menjadi kemeja, celana panjang, rok, blouse karena dianggap lebih simpel.

Originasi

Bentuk-bentuk akulturasi yang kelima ialah originasi. Berasal dari kata origin ataupun asli, dimana sebuah budaya baru masuk ke dalam suatu kelompok masyarakat dan memunculkan perubahan sosial dan budaya pada kelompok masyarakat tersebut. Contoh akulturasi budayanya yaitu dengan adanya media elektronik seperti tv, radio dan internet membuat semua orang dari bermacam kalangan memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan informasi oleh karena itu hal tersebut bisa merubah cara pandang masyarakat berdasarkan informasi budaya yang disampaikan oleh media-media elektronik tersebut.

Penolakan

Bentuk akulturasi yang terakhir yakni penolakan, hal ini terjadi karena budaya baru yang datang begitu cepat oleh karena itu masyarakat tidak siap untuk menerimanya akibatnya melakukan penolakan. Contohnya yakni ciri-ciri masyarakat desa dan perkotaan terpencil lebih percaya pada mantri yang mereka kenal dari pada seorang dokter yang baru bertugas.

Demikian informasi tentang Bentuk Bentuk Akulturasi yang terjadi pada masyarakat di Indonesia, kita harus tetap melestarikan budaya lokal, dan bangga memiliki budaya yang beragam jenis. Hidup Budaya Indonesia.

0 Response to "Bentuk-Bentuk Akulturasi Masyarakat di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel