Pengertian Tulang, Bentuk, Struktur, Fungsi, Macam Jenis dan Proses Pembentukan Tulang

Pengertian Tulang, Bentuk, Struktur, Fungsi, Macam Jenis dan Proses Pembentukan Tulang - Tulang ataupun kerangka merupakan penopang tubuh Vertebrata. Tanpa tulang, pasti tubuh tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai tercipta sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus hingga dekade kedua dalam susunan yang teratur.

Pengertian tulang yaitu jaringan yang kokoh dan tangguh yang memberi bentuk pada tubuh. Tanpa tulang tubuh tidak akan bisa berdiri tegak. tidak hanya itu, tulang juga berfungsi dalam sistem gerak. Dalam kehidupan tiap hari manusia selalu melakukan gerak. Sistem gerak pada manusia didukung oleh dua komponen utama, yakni tulang dan otot. Otot adalah alat gerak aktif sedangkan tulang merupakan alat gerak pasif. Tulang adalah alat gerak pasif karena tulang tidak bisa bergerak sendiri, tetapi harus digerakkan oleh otot.

pengertian tulang, bentuk tulang, struktur tulang, fungsi tulang, macam maca tulang, jenis tulang, proses pembentukan tulang

Bentuk-Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang bisa dibedakan menjadi empat jenis, yakni tulang pendek, tulang pipa (panjang), tulang pipih, dan tulang irregular.

Tulang pipa (panjang)

Tulang ini memiliki bentuk seperti tabung yang berongga. Tulang pipa bisa ditemui di tulang paha, tulang betis, tulang hasta, tulang kering, dan tulang pengumpil.

Tulang pendek

Tulang ini memiliki bentuk seperti kubus. Tulang ini hanya ditemui di pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang.

Tulang pipih

Sesuai namanya bentuk tulang ini pipih ataupun lempengan. Tulang pipih berfungsi sebagai penyusun bilik rongga maupun sebagai pelindung. Contoh tulang pipih yakni tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak.

Tulang irregular

Tulang ini memiliki bentuk tidak beraturan. Tulang irregular bisa ditemui pada tulang-tulang muka dan tulang belakang.

Struktur Tulang

Tulang panjang seperti tulang paha terdiri ats dua struktur yang berbeda yakni tulang kompak (kortikal) dan tulang spons (cancellous ataupun trabecular). Tulang kompak membentuk silinder padat pada bagian poros tengah tulang di sekitar area rongga sumsum tulang. Tulang kompak menyumbang sekitar 80% dari massa tulang dalam tubuh manusia. Tulang spons terletak di ujung tulang panjang, menyumbang sekitar 20% dari keseluruhan massa tulang dan memiliki struktur seperti sarang lebah.

Sebagian besar tulang terdiri dari 10-20% air, sekitar 60-70% merupakan mineral tulang dan sisanya yaitu kolagen (protein berserat utama dalam tubuh), namun tulang juga mengandung sejumlah kecil zat lain seperti protein dan garam anorganik. Komposisi komponen mineral tulang bisa diperkirakan sebagai hidroksiapatit (HA) yang merupakan gabungan antara kalsium dan fosfat, dengan rumus kimia Ca10 (PO4) 6 (OH) 2.

Pada bagian ujung tulang pipa terdapat perluasan bentuk sebagai fungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Ujung tulang yang melebar ini terbentuk dari susunan atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengan diantara ujung yang meluas disebut diafise yang merupakan tulang kompak yang di dalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Antara epifise dan diafise ada wilayah yang disebut cakra epifise. wilayah cakra epifise ini yang bisa berkembang dan bertambah panjang selama seseorang masih dalam pertumbuhan.

Fungsi Tulang

Fungsi tulang berbeda sesuai dengan bentuknya, adapun fungsi tulang antara lain yakni:
  • Sebagai penunjang dan pemberi bentuk tubuh
  • Sebagai pelindung alat-alat vital tubuh seperti otak, jantung, paru-paru dan sebagainya
  • Sebagai penyusun rangka tubuh
  • Sebagai tempat melekatnya otot
  • Sebagai tempat pembentukan sel-sel darah
  • Sebagai tempat penyimpanan mineral (kalium dan fosfor)

Macam-Macam Tulang

Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi dua jenis, yakni tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan (kartilago) merupakan jaringan ikat lentur yang ada pada tubuh manusia ataupun hewan termasuk sendi diantara tulang, sangkar rusuk, telinga, hidung, saluran tenggorokan dan cakram intervertebra. Tulang rawan ini lebih lunak dari tulang tetapi lebih keras dan kurang lentur dari otot.

Tulang Rawan tersusun atas kumpulan sel tulang rawan ataupun kondosit yang menciptakan matriks ekstraseluler berbentuk serat dan substansi dasar. Tulang rawan adalah kerangka sedangkan pada embrio sebelum digantikan dengan tulang sejati secara bertahap.

Sel tulang rawan menghasilkan matriks yang disebut dengan kondrin. Matriks tersebut membuat tulang rawan bersifat lentur, lincin dan kokoh. Kelenturan tulang rawan pada tulang rusuk penyusun rongga dada membuat tulang rusuk bergerak bebas mengikuti pengembangan kerja paru-paru saat bernapas. Tulang rawan di antara ruas tulang belakang sangat kokoh dan tahan terhadap tekanan oleh karena itu bisa dengan mudah kembali ke bentuk awal.

Tulang rawan bersifat liat dan lentur karena terdapat zat antar sel tulang yang banyak mengandung zat perekat dan juga zat kapur. Zat kapur tersebut merupakan perekat tulang, zat kapur adalah sejenis protein yang disebut dengan kolagen. Contoh tulang rawan yang terdapat pada orang dewasa terdapat di telinga, hidung, ujung tulang keras dan sendi.

Tulang rawan dibentuk oleh sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks (bahan dasar yang keras pada tulang). Tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam, yakni tulang rawan hialin, tulang rawan elastis, dan tulang rawan fibrosa.

Tulang rawan hialin, yakni tulang rawan yang bersifat halus, transparan dan memiliki matriks yang homogen. Tulang rawan hialin terdapat pada permukaan persendian serta bilik trakea.
Tulang rawan elastis, yakni tulang rawan yang bersifat lentur dan matriks mengandung serabut elastis yang bercabang-cabang. Tulang rawan elastis terdapat pada ujung hidung dan daun kuping.
Tulang rawan fibrosa, yakni tulang rawan yang bersifat kurang lentur dan matriks mengandung banyak serabut kolagen. Tulang rawan fibrosa ada diantara ruas-ruas tulang belakang dan tulang rawan pada lutut (tendon dan ligamentum).

Tulang Keras (Osteon)

Tulang keras (osteon) yaitu jaringan ikat khusus yang merupakan komponen sistem gerak. Tulang keras ataupun tulang sejati bersifat kaku dan keras, tulang ini merupakan alat gerak pasif yakni alat gerak yang bisa bergerak bila digerakkan otot. Tulang keras tersusun atas zat kapur dan fosfor.

Berdasarkan matriksnya, tulang keras dibedakan menjadi 2 jenis yakni tulang kompak dan tulang spons.

Tulang Kompak

Tulang kompak merupakan tulang yang memiliki susunan matriks rapat dan padat yang mengandung zat kapur dan juga fosfor. Tulang kompak yang ada pada sel-sel tulang (osteosit) tersusun dan membentuk sistem havers. Contoh tulang kompak antara lain: tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, tulang ruas jari tangan, tulang selangka, tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang telapak kaki, dan tulang ruas jari kaki.

Tulang Spons

Tulang spons merupakan tulang yang memiliki matriks berongga dan tersusun oleh anyaman trabeculae (mirip pecahan genting) yang pipih serta mengandung serat kolagen. Rongga yang terdapat pada tulang spons tersebut diisi dengan jaringan sumsum tulang. Contoh tulang spons antara lain:
  • Tulang pipih, contoh tulang pipih antara lain seperti tulang penyusun tengkorak dan muka, tulang dada, tulang rusuk dan tulang belikat.
  • Tulang pendek, contoh tulang pendek antara lain seperti tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki dan ruas tulang belakang.

Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi 3 yakni:

Tulang pipih
Jenis tulang keras ini mmpunyai bentuk memipih pada kedua bagian ujungnya. Contoh tulang pipih seperti tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk dan tulang dada.

Tulang pendek
Jenis tulang keras ini berdimensi pendek dan memiliki bentuk seperti dadu. Tulang pendek ada pada tulang pergelangan tangan dan ruas tulang belakang.

Tulang pipa
Jenis tulang keras ini panjang serta memiliki bentuk seperti pipa. Contoh tulang pipa terdapat pada tulang anggota gerak.

Pembentukan Tulang

Dalam tahap pertumbuhan embrio rangka tubuh masih berbentuk tulang rawan. Kartilago dibentuk oleh sel-sel mesenkim. Di dalam kartilago tersebut akan diisi oleh osteoblast (sel pembuat tulang keras). Osteoblast akan mengisi jaringan sekelilingnya dan membentuk osteosit (sel tulang). Sel tulang di bentuk secara kosentris (dari arah dalam ke luar), setiap sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah dan serabut saraf, memnbentuk sistem Havers. Di dalam tulang terdapat sel-sel osteoklas. Sel ini berfungsi meresap kembali sel tulang yang sudah rusak dan dihancurkan. Adanya kegiatan sel osteoklas yang mengakibatkan tulang bisa berongga. Rongga ini nantinya akan diisi oleh sumsum tulang.

Proses pembentukan tulang disebut osifikasi. Proses ini dibedakan menjadi dua, yakni osifikasi intramembranosa dan osifikasi intrakartilagenosa. Osifikasi intramembranisa disebut penulangan langsung ataupun osifikasi primer. Proses ini terjadi pada tulang pipih, contohnya tulang tengkorak. Proses Penulangan ini hanya terjadi sekali dan tidak akan terulang lagi untuk selamanya. Contoh osifikasi intrakartilagenosa yakni pembentukan tulang pipa yang akan mengakibatkan tulang bertambah panjang di wilayah cakra epifise.

Demikian uraian tentang Pengertian tulang, bentuk, struktur, fungsi, macam jenis dan proses pembentukan tulang. Terima kasih.

0 Response to "Pengertian Tulang, Bentuk, Struktur, Fungsi, Macam Jenis dan Proses Pembentukan Tulang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel